Danantara Siap Umumkan Pemenang Lelang Proyek WTE Bali & Bekasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memastikan akan menetapkan pemenang tender proyek Waste to Energy (WTE) atau sampah menjadi listrik tahap pertama untuk dua kota yakni Bali (Denpasar) dan Bekasi dalam waktu dekat.
Adapun, penetapan tersebut menjadi bagian dari empat kota yang rencananya akan dibangun proyek WTE yang saat ini tengah berlangsung. Keempatnya yakni Bekasi, Denpasar, Yogyakarta, dan Bogor.
Director Investments Danantara Investment Management (DIM) Fadli Rahman mengatakan pihaknya menargetkan pengumuman mitra terpilih untuk Denpasar dan Bekasi dapat diselesaikan pada Maret 2026.
"Jadi kita intensinya bener-bener menyampaikan ke calon mitra itu, iya anda terpilih sebagai mitra untuk di Denpasar sama di Bekasi hari ini dalam waktu dekat," kata Fadli di Wisma Danantara, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan proses tender untuk Bali, Bekasi, Bogor, dan Jogja saat ini tengah berlangsung. Namun demikian, penandatanganan resmi rencananya untuk pemenang keempat tender tersebut akan dilakukan pada W2 Maret mendatang oleh CEO BPI Danantara Rosan Roeslani.
"Nanti akan diumumkan rencana akan ditandatangani oleh Pak Rosan (CEO Danantara) di Maret 2026," katanya.
Sementara itu, untuk dua lokasi berikutnya yakni Bogor dan Yogyakarta, proses penetapan mitra ditargetkan rampung pada pekan kedua Maret sekitar 11-13 Maret.
"Nah kalau itu baru nanti akan diumumkan oleh Pak Rosan. Jadi Pak Rosan akan mengumumkan empat lokasi tersebut di minggu kedua Maret begitu," katanya.
Sebagaimana diketahui, program Waste to Energy (WTE) kini telah memasuki fase tender. Sebanyak 24 perusahaan internasional berpengalaman tercatat sebagai peserta dalam proses tersebut.
Seluruh peserta yang lolos seleksi diwajibkan membentuk konsorsium sebagai bagian dari persyaratan tender. Dari total 24 peserta itu, sebanyak 20 perusahaan berasal dari China, tiga dari Jepang, dan satu dari Prancis.
"Pada saat kita buka tender kemarin, kita bilang eh ini ada nilai untuk local partner. Jadi mereka udah gandeng duluan. Pas saat mereka submit proposal itu mereka udah bilang saya kawin sama si A. Ada yang ini swasta ada yang BUMN. Jadi terserah mereka saja," kata Fadli.
(pgr/pgr) Add
source on Google