MARKET DATA

Ribuan Buyer Asing Bakal Datangi TEI 2026, Incar Produk-Produk RI Ini

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
26 February 2026 18:10
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso dan Wamendag Dyah Roro Esti Widya beserta jajaran pejabat Kemendag meluncurkan Trade Expo Indonesia ke-41 tahun 2026 di Jakarta, Kamis (26/2/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso dan Wamendag Dyah Roro Esti Widya beserta jajaran pejabat Kemendag meluncurkan Trade Expo Indonesia ke-41 tahun 2026 di Jakarta, Kamis (26/2/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan sejumlah produk Indonesia masih menjadi primadona dan paling banyak diburu pembeli asing dalam gelaran Trade Expo Indonesia (TEI). Mulai dari produk makanan dan minuman seperti kopi, teh, dan kakao, hingga furniture serta home decor, disebut konsisten menarik minat ribuan buyer internasional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, Trade Expo Indonesia merupakan ajang tahunan yang selalu berhasil mendatangkan pembeli dari berbagai negara.

"Trade Expo ini merupakan acara tahunan Kementerian Perdagangan dan kami yakin bahwa Trade Expo ini adalah eksibisi di Indonesia yang bisa mendatangkan ribuan buyer internasional," ujar Fajarini dalam acara peluncuran Trade Expo Indonesia ke-41 2026 di Auditorium Kemendag, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Ia menegaskan, TEI bukan sekadar agenda kementerian, melainkan telah menjadi ajang nasional sekaligus etalase utama produk Indonesia di pasar global.

"Karena ini tentu bukan hanya event yang dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan, tetapi menjadi event nasional dan kebanggaan Indonesia untuk sebagai acara promosi produk-produk Indonesia ke pasar global," katanya.

Untuk memperkuat posisi produk Indonesia di mata pembeli asing, Kemendag mengusung tagline The Ultimate Hub for Global Sourcing pada TEI ke-41. Tagline ini mencerminkan keyakinan Indonesia mampu menjadi simpul penting perdagangan dunia.

"Karena kami sudah yakin dan percaya diri bahwa Indonesia ini bisa menjadi simpul penting perdagangan dan sudah bisa mensupply dunia dengan produk-produk yang berkualitas, baik itu produk berbasis manufaktur, produk-produk berbasis agrikultur dan produk berbasis teknologi yang berdaya saing tinggi, berinovasi dan tentunya berkelanjutan," jelas Fajarini.

Dari sisi penyelenggaraan, Kemendag juga melakukan sejumlah perubahan untuk menonjolkan produk-produk yang paling diminati buyer. Salah satunya melalui zonasi dan pengelompokan yang lebih ketat agar memudahkan pembeli menemukan produk incaran.

"Kemudian beberapa perbedaan yang kita lakukan di tahun ini adalah kita mulai melakukan zonasi yang lebih ketat, pengelompokan-pengelompokan sehingga kita berharap ini dapat menarik lebih banyak lagi buyer," kata dia.

Untuk sektor makanan dan minuman, Kemendag menyiapkan area khusus bagi komoditas yang selama ini paling laris, seperti kopi, teh, dan kakao.

"Nah itu nanti kita kumpulkan jadi satu, karena memang kopi ini selalu menjadi atraksi tersendiri, makanya cukup besar," ujarnya.

Selain pameran, area tersebut juga akan diisi berbagai kegiatan pendukung yang ditujukan untuk menarik minat buyer internasional.

"Nah nanti disini tidak hanya expo tetapi disitu juga nanti ada beberapa atraksi seperti Cupping of Excellence kemudian juga KKSI (Kontes Kopi Spesialti Indonesia) yang akan memeriahkan kegiatan-kegiatan di dalam hall Koteka (Kopi, Teh, dan Kakao) ini," kata Fajarini.

Produk furnitur dan home decor juga disebut sebagai magnet kuat bagi pembeli asing. Karena itu, Kemendag menyediakan dua hall khusus untuk sektor tersebut.

"Biasanya banyak meng-attract buyer internasional dan tentu kita berharap dengan kehadiran furniture yang lebih besar ini akan meningkatkan transaksi real dan di fair groundnya trade expo Indonesia tahun ini," ujarnya.

Selain pembeli, Trade Expo Indonesia juga diarahkan untuk menarik investor asing. Kemendag menyiapkan hall khusus kawasan industri untuk memperkenalkan peluang investasi di Indonesia.

"Jadi kita juga akan menarik para investor luar negeri untuk lebih banyak berinvestasi ke Indonesia dengan membuat khusus hall untuk kawasan industri," tutur dia.

Ia menambahkan, minat buyer internasional pada TEI terus meningkat. Tahun lalu, jumlah pembeli asing yang hadir bahkan melampaui angka yang dirilis secara resmi.

"Dari tahun kemarin sendiri sebenarnya kita sudah cukup banyak mendatangkan buyer internasional, yang kalau dilihat dari rilis itu 8.000 (pengunjung), tetapi sebenarnya lebih dari 8.000," ungkapnya.

Kemendag berharap, daya tarik produk unggulan Indonesia ini akan mendorong lebih banyak eksportir dan exhibitor untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia.

"Harapan kami tentunya ini juga bisa menarik para exhibitor dan eksportir kita untuk berlomba-lomba ikut, berpartisipasi dalam trade expo Indonesia, karena tentunya kami harapkan ini menjadi event nasional kebanggaan Indonesia," pungkasnya.

(dce) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trade Expo Indonesia Siap Digelar, Kontrak Dagang RI Bakal Melonjak


Most Popular
Features