Bos Agrinas Beri Kabar 1.000 Pikap India Sudah Tiba di Tanjung Priok

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Kamis, 26/02/2026 15:07 WIB
Foto: Kehadiran mobil pikap impor asal India mulai terlihat di sejumlah koperasi desa di Surabaya. (Instagram/mahindraautoglobal)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) telah mendatangkan 1.000 unit pikap dan truk yang diimpor dari India. Seluruh unit tesbeut masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok.

"Iya, sudah sampai 1.000 unit di Tanjung Priok," ungkap Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, dalam keterangannya kepada media dikutip Kamis (26/2/2026).

Dia juga mengungkapkan telah membayar uang muka atau down payment (DP) sebesar 30% untuk pengadaan 105.000 kendaraan operasional dari India yang akan digunakan dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) tersebut. Nilai DP tersebut mencapai sekitar Rp 7,39 triliun dari total kontrak pengadaan yang mencapai Rp 24,66 triliun.


"Kami harus memberikan down payment 30% dan itu sudah kami lakukan untuk semua produk yang kami beli," ujarnya

Pengadaan kendaraan tersebut terdiri dari 35.000 unit pikap 4x4 dari Mahindra & Mahindra, 35.000 unit pikap 4x4 tambahan, serta 35.000 unit truk roda enam yang diproduksi oleh Tata Motors. Seluruh kendaraan itu direncanakan menjadi armada logistik untuk mendukung operasional jaringan koperasi desa di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Joao, negosiasi dengan pabrikan kendaraan di India berlangsung cukup panjang sebelum akhirnya perusahaan bersedia menyesuaikan kapasitas produksi dengan kebutuhan Agrinas. Ia menjelaskan, kemampuan produksi awal dari pihak produsen sebenarnya terbatas sehingga perlu dilakukan diskusi dan lobi agar volume pemesanan bisa dipenuhi.

Foto: Kehadiran mobil pikap impor asal India mulai terlihat di sejumlah koperasi desa di Surabaya. (Instagram/mahindraautoglobal)
Kehadiran mobil pikap impor asal India mulai terlihat di sejumlah koperasi desa di Surabaya. (Instagram/mahindraautoglobal)

Proses impor kendaraan ini mulai menuai sorotan setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta rencana tersebut ditunda guna melindungi industri otomotif dalam negeri. DPR bahkan mendorong agar keputusan terkait impor tersebut menunggu arahan dari Presiden.

Di tengah polemik yang berkembang, Joao menyatakan pihaknya tidak mempertimbangkan kemungkinan penalti pembatalan dalam tahap pengadaan karena sejak awal proses dilakukan dengan itikad baik dan berdasarkan pertimbangan efisiensi harga.

"Kami dalam melakukan pengadaan tersebut karena kami dengan itikad baik kami tidak pernah memikirkan penalti pembatalan tersebut," kata dia.

Joao juga menilai harga kendaraan yang diperoleh melalui kontrak impor tersebut jauh lebih kompetitif dibandingkan harga kendaraan sejenis yang tersedia di dalam negeri. Menurutnya, jika terjadi perbedaan pandangan terkait kebijakan tersebut, hal itu masih bisa diselesaikan melalui penjelasan yang lebih komprehensif kepada para pemangku kepentingan.

Meski demikian, Agrinas menegaskan siap mengikuti keputusan pemerintah dan DPR apabila impor kendaraan tersebut akhirnya diminta untuk dihentikan. Ia menyatakan siap menanggung risiko bisnis, termasuk kemungkinan tuntutan dari pihak pemasok.

"Saya akan loyal dan saya akan manut apapun keputusan negara, apabila itu memang untuk kepentingan rakyat tanpa sedikitpun saya ragu-ragu. Kalau seandainya saya harus nanti digugat atau nanti dipermasalahkan oleh pihak supplier itulah tanggung jawab saya," ujar Joao.


(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Utang Impor 105 Ribu Pickup India, Dicicil Rp 40 Triliun/tahun