MARKET DATA

Mendag Jamin Koperasi Merah Putih Tak Akan "Bunuh" Indomaret-Alfamart

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
26 February 2026 13:15
Pengunjung melihat produk yang dijual pada gerai Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih di Melawai, Blok M, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Pengunjung melihat produk yang dijual pada gerai Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih di Melawai, Blok M, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan, kehadiran Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak dimaksudkan untuk menjadi pesaing ritel modern maupun toko kelontong (warung). Sebaliknya, Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih justru dibuka sebagai ruang kolaborasi agar distribusi barang ke masyarakat desa bisa lebih dekat dan efisien.

Hal itu disampaikan Mendag usai bertemu dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes) Yandri Susanto, untuk membahas nasib ritel modern dan toko kelontong seiring pengembangan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih. Budi mengimbau kedua jenis usaha ini dapat berkolaborasi dengan KDKMP.

"Sudah (bertemu Mendes) kemarin," ujar Budi saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Menurut Budi, Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih sejak awal dibentuk untuk memberdayakan ekonomi masyarakat desa. Keberadaan KDKMP justru bisa menjadi peluang bagi ritel modern dan distributor untuk menyalurkan produknya ke wilayah pedesaan melalui skema kemitraan.

"Jadi gini ya, jadi gini. Koperasi Desa (Merah Putih) itu kan memang tujuannya adalah untuk memberdayakan ekonomi di desa. Jadi koperasi desa atau koperasi desa yang sudah ada di daerah-daerah itu sebenarnya ingin lebih dekat distribusinya kepada para konsumen yang ada di desa," katanya.

Ia menilai, pola kolaborasi semacam ini bukan hal baru. Selama ini, toko kelontong di berbagai daerah pun banyak mendapatkan pasokan dari ritel modern maupun distributor besar.

"Nah ini sebenarnya kesempatan bagus untuk saling kolaborasi dengan minimarket, dengan distributor untuk menyalurkan produknya melalui koperasi desa. Koperasi desa ini praktek kolaborasi atau kemitraan ini kan juga pernah dan sering dilakukan, sampai sekarang masih berlaku dengan toko kelontong," terang dia.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih memiliki keunggulan karena cakupan usahanya yang lebih luas dibandingkan ritel modern. Selain berfungsi sebagai minimarket dengan variasi produk yang beragam, KDKMP juga dapat menyediakan kebutuhan lain untuk masyarakat di desa.

"Yang pertama, dia bisa berfungsi sebagai minimarket dengan variasi produk yang lebih banyak. Misalnya kalau kita lihat, KDKMP itu kan banyak juga yang menjual alat-alat pertanian. Ada pupuk juga, ada obat-obatan," jelasnya.

Izin Ritel Modern Vs Tata Ruang Wilayah

Tak hanya itu, KDKMP juga bisa menjalankan fungsi tambahan sebagai apotek, klinik, hingga berperan sebagai eksportir.

"Nah, terus yang kedua, KDKMP juga bisa berfungsi sebagai apotek, sebagai klinik, dan juga salah satu sebagai eksportir," tambah Budi.

Terkait kekhawatiran ekspansi ritel modern, Budi menegaskan perizinan pendirian ritel modern sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kemudian, sesuai peraturan perundangan, kan perizinan untuk ritel modern itu kan diserahkan kepada pemerintah daerah. Jadi sesuai dengan RT/RW, atau Rencana Tata Ruang Wilayah," katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat bersikap bijak dalam mengembangkan koperasi desa maupun mengatur keberadaan ritel modern, agar tujuan pemberdayaan ekonomi desa tetap tercapai.

"Jadi saya pikir pemerintah daerah akan bijak ya di dalam mengembangkan koperasinya, untuk kemakmuran desa tersebut. Karena koperasi desa kan milik desa," ujar Budi.

Dengan skema tersebut, pemerintah berharap KDMP dapat tumbuh secara proporsional dan menjadi lembaga ekonomi desa yang kuat.

"Sehingga apapun yang dihasilkan untuk kemakmuran masyarakat desa atau pemerintah desa, sehingga pemberdayaan ekonominya bisa berjalan dengan baik. Jadi kita nanti mengharapkan KDMP itu menjadi lebih proporsional, sehingga menjadi lembaga yang memang kuat, dan lembaga yang mempunyai fungsi untuk memberdayakan ekonomi di desa," pungkasnya.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso dan Wamendag Dyah Roro Esti Widya beserta jajaran pejabat Kemendag meluncurkan Trade Expo Indonesia ke-41 tahun 2026 di Jakarta, Kamis (26/2/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Foto: Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso dan Wamendag Dyah Roro Esti Widya beserta jajaran pejabat Kemendag meluncurkan Trade Expo Indonesia ke-41 tahun 2026 di Jakarta, Kamis (26/2/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso dan Wamendag Dyah Roro Esti Widya beserta jajaran pejabat Kemendag meluncurkan Trade Expo Indonesia ke-41 tahun 2026 di Jakarta, Kamis (26/2/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

(dce) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Perintah Prabowo: 80.000 Kopdes Merah Putih Tuntas Dibangun April 2026


Most Popular
Features