Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan di Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Rasio Ridho Sani, melakukan aksi bersih-bersih sampah di aliran sungai dan sejumlah wilayah Jakarta menjelang peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. (Instagram/rasiosani)
Dalam kegiatan tersebut, Rasio terjun langsung ke aliran sungai untuk mengangkat sampah yang menumpuk di bantaran. Ia juga membersihkan sampah di sebuah pasar bersama petugas gabungan, termasuk Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSSU) setempat, sebagai bentuk kolaborasi lintas unsur dalam penanganan sampah. (Instagram/rasiosani)
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa persoalan sampah telah berada pada tahap darurat dan memerlukan perubahan paradigma secara menyeluruh. Hingga akhir 2025, capaian sampah terkelola nasional baru mencapai 25 persen atau sekitar 36.684 ton per hari. (Instagram/rasiosani)
Sementara itu, sekitar 75 persen lainnya atau setara 105.483 ton per hari belum tertangani secara memadai dan masih berisiko mencemari lingkungan. Kondisi ini menunjukkan perlunya langkah konkret dan kolaborasi berkelanjutan untuk menekan timbulan sampah di berbagai daerah. (Instagram/rasiosani)
KLH/BPLH menekankan optimalisasi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dengan fokus pada pengurangan di sumbernya, perubahan perilaku masyarakat, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular. Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional setiap 21 Februari diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan. (Instagram/rasiosani)