Waskita Karya & Kementerian PU Sukses Rampungkan Puluhan Huntara
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan puluhan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Kini, lima blok hunian yang dibangun di atas lahan seluas 3.643 meter persegi (m2) tersebut dapat ditempati hingga 300 orang.
Menteri PU Dody Hanggodo pun meninjau langsung ke lokasi didampingi Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko. Dalam konteks ini, ia memastikan kesiapan hunian sekaligus pemanfaatannya sebelum lebaran.
Dody menyebutkan, sebanyak lima blok Huntara berkapasitas 60 Kepala Keluarga (KK), sekarang sudah mulai dihuni. Sementara blok lainnya ditargetkan selesai sebelum Idul Fitri agar para warga terdampak bisa segera pindah.
"Sehingga begitu kita selesai membangun, masyarakat bisa langsung masuk," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2/2026).
Di samping itu, Dody turut mengapresiasi kerja Waskita Karya dalam membangun Huntara. Menurutnya, Perseroan berhasil menghadirkan suasana yang sejuk di dalam ruangan.
"Fasilitasnya (sesuai) standar, lebih nyaman di dalam daripada di sini (di luar Huntara). Di sini panas, di dalam tuh saya dingin malah, nggak gerah, benar-benar nggak gerah di dalam," tutur dia.
Sementara, Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menjelaskan, tempat tinggal sementara ini dibangun dengan sistem modular memakai struktur baja ringan, sehingga proses konstruksi berlangsung cepat dan efisien namun tetap mengutamakan kualitas dan kenyamanan.
Dengan begitu, setiap unit dirancang menggunakan insulated panel untuk menahan cuaca panas serta dilengkapi ventilasi, exhaust fan, dan kipas angin guna menjaga sirkulasi udara tetap baik.
"Pembangunan Huntara merupakan wujud komitmen Perseroan untuk menghadirkan hunian sementara yang memiliki standar kelayakan dan kualitas terjaga. Kehadiran Huntara ini, kata dia, turut mendukung pemulihan layanan dasar bagi warga terdampak bencana," ujar Ermy.
Dirinya bilang, setiap blok Huntara dilengkapi fasilitas sanitasi seperti toilet, kamar mandi, dan toilet difabel. Tersedia juga tempat pembuangan limbah agar lingkungan sekitar hunian selalu sehatdan terjaga.
"Bagi Waskita Karya kenyamanan para warga di Huntara merupakan prioritas utama. Harapan kami, hunian yang dibangun bersama Kementerian PU ini dapat menjadi tempat berkumpul kembali bersama keluarga dan menjalani aktivitas normal," jelas Ermy.
Kemudian untuk memenuhi aktivitas para penghuni, disiapkan pula Dapur Bersama di Huntara Aceh Utara. Lalu jalan aksesnya dibangun dengan jarak selebar enam meter (m).
"Membangun Huntara bagi Waskita Karya, tidak hanya menghadirkan tempat tinggal, tapi bagaimana menciptakan harapan baru bagi masyarakat. Kami akan terus hadir menjadi bagian dari upaya pemulihan wilayah bencana bagi masyarakat terdampak," tegas dia.
Salah satu warga Aceh Utara Wani Safrianti menceritakan, aktivitasnya sejak pindah ke Huntara. Di antaranya memasak dan menjaga anak.
"Sekarang sudah nyaman tinggal di Huntara. Sudah tidak panas lagi. Tinggal di sini lebih nyaman dibandingkan di camp (tenda) pengungsian," tutur dia.
Sebagai informasi, dalam waktu dekat Waskita bersama Kementerian PU akan kembali melakukan serah terima Huntara di kawasan Aceh Utara 2, Bener Meriah, serta Subulussalam. Sebelumnya, Perseroan bersama Danantara juga telah melakukan serah terima sejumlah di Aceh Utara sebanyak 96 hunian, lalu pada Januari 2026 sebanyak 600 Huntara diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
(dpu/dpu) Add
source on Google