MARKET DATA

Eks Wamenkumham Soroti Tambang Ilegal di Kalsel, Bikin Jalanan Rusak!

ven,  CNBC Indonesia
26 February 2026 13:50
DENNY INDRAYANA
Foto: istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) 2011-2014 Denny Indrayana menyoroti adanya aktivitas pertambangan ilegal di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal tersebut ia ungkapkan dalam unggahan akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, Denny menyinggung terkait kondisi jalan masyarakat di Gunung Ulin, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yang mengalami kerusakan parah akibat aktivitas pertambangan.

"Presiden @prabowo, @presidenrepublikindonesia berbagai Satgas, masih soal tambang ilegal yang marak di Kalsel, kali ini di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar. Sudah rusak demikian jalan warga, masih dibiarkan? Mata dan hati sudah ditutup uang? Viralkan!" tulis Denny dikutip dari akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (26/2/2026).

Sebelumnya, ia juga telah menyoroti adanya aktivitas pertambangan di Kalsel. Pasalnya, keberadaan tambang batu bara tersebut dekat dengan kawasan perumahan warga di Sungai Taib, Kabupaten Kotabaru, Kalsel.

"Bagaimana mungkin ada izin tambang batubara sedemikian dekat dengan perumahan warga. Lokasi video ini persisnya di daerah Sungai Taib, Kotabaru, Kalsel, daerah kelahiran saya," tulis Denny dikutip dari akun Instagramnya.

Denny menilai aktivitas pertambangan semacam itu kerap dibiarkan karena diduga telah dikoordinasikan. Ia juga menyebut seluruh elemen, mulai dari aparat, LSM, media hingga pemerintah daerah, terkesan diam terhadap persoalan tersebut.

Bahkan, info yang ia terima pelabuhan yang digunakan untuk aktivitas tambang tersebut merupakan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurut dia, kondisi ini lantas membuat warga hidup dalam kekhawatiran akibat potensi kerusakan lingkungan dan ancaman bencana seperti longsor.

"Tinggal warga yang was-was karena dihantui kerusakan alam dan bencana longsor. Masih adakah penegakan hukum yang bisa diharapkan, atau semua sudah terbeli oleh uang?" tambahnya.

(ven/wia) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Marak Tambang Ilegal, RI Rugi Rp 40 Triliun Per Tahun


Most Popular
Features