Internasional

Dunia dalam Bahaya, Perang Antar Nuklir Semakin Dekat

tfa, CNBC Indonesia
Kamis, 26/02/2026 12:00 WIB
Foto: Ilustrasi perang antar nuklir (AP Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Moskow memperingatkan risiko terjadinya perang langsung antar negara berkekuatan nuklir. Peringatan ini muncul menyusul dugaan rencana Prancis dan Inggris untuk memasok kemampuan nuklir kepada Ukraina.

Peringatan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Selasa waktu setempat. Ia menegaskan bahwa setiap upaya memberikan kemampuan nuklir kepada Kyiv akan memicu respons keras dari Rusia.

"Setiap upaya untuk menyediakan kemampuan nuklir bagi Ukraina akan disambut dengan tanggapan tegas dan berisiko memicu konflik militer langsung antara kekuatan nuklir," kata Zakharova dalam pernyataan resminya, seperti dikutip RT, Kamis (26/2/2026).


Pernyataan tersebut merespons klaim yang sebelumnya disampaikan oleh Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR). Lembaga itu menuduh London dan Paris tengah mempertimbangkan skema untuk membekali Ukraina dengan kemampuan nuklir, baik melalui penyediaan komponen untuk membangun bom kotor maupun dengan memasok hulu ledak dari persediaan mereka sendiri.

SVR juga menuding adanya potensi "transfer terselubung komponen, peralatan, dan teknologi buatan Eropa" ke Ukraina yang disertai persiapan kampanye informasi untuk menggambarkan perangkat nuklir tersebut sebagai produk dalam negeri Ukraina.

Zakharova menilai dugaan langkah Paris dan London tersebut mengandung risiko serius bagi keamanan global. Niat seperti itu, tegasnya, pasti akan ditanggapi dengan tegas oleh Rusia.

"Kami telah berulang kali menyatakan bahwa setiap upaya untuk meninjau kembali status non-nuklir Ukraina, apalagi memungkinkan rezim Kyiv yang sangat anti-Rusia memperoleh senjata nuklir, sama sekali tidak dapat diterima," kata Zakharova.

"Kami kembali memperingatkan risiko perang langsung antar kekuatan nuklir dengan konsekuensi yang berpotensi menimbulkan bencana," tambahnya.

Zakharova juga menyinggung pernyataan-pernyataan pimpinan Ukraina di masa lalu yang dinilainya memperkuat kekhawatiran Moskow. Ia merujuk pidato Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Konferensi Keamanan Munich 2022, ketika Zelensky menyatakan kesediaan untuk mempertimbangkan kembali status non-nuklir negaranya.

Sebelumnya, Ukraina berulang kali menyatakan telah menyerahkan persenjataan nuklirnya pada awal 1990-an sebagai imbalan jaminan keamanan. Namun Rusia menegaskan bahwa senjata tersebut merupakan peninggalan era Uni Soviet yang tetap berada di bawah kendali Moskow sebagai satu-satunya penerus sah Uni Soviet.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: 4 Tahun Perang Rusia & Ukraina, Jutaan Jiwa Melayang