Suasana kebun kurma tumbuh hijau di kawasan Geopark Ciletuh, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (25/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pohon kurma yang sebagian di antaranya telah menggantungkan buah berwarna kuning keemasan yang siap dipanen. Pemandangan ini menjadi kontras dengan anggapan umum bahwa kurma hanya dapat tumbuh di wilayah gurun Timur Tengah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pengelola kebun, Alwi Rahmatullah, menyebut sebanyak 462 pohon kurma varietas Barhee yang ditanam sejak lima tahun lalu kini telah berbuah manis. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Varietas Barhee dipilih karena dikenal mampu beradaptasi di iklim tropis. Bibit yang digunakan berasal dari kultur jaringan impor dari Inggris dan Iran, dengan nilai jual bibit berkisar Rp1,6 juta untuk bibit kecil hingga Rp5 juta bibit besar. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Deretan pohon yang mulai berbuah lebat menjadikan kebun ini sebagai kebun kurma pertama di Sukabumi yang berhasil berproduksi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Buah-buah kurma yang menggantung rapat di antara pelepah menghadirkan daya tarik tersendiri, sekaligus membuka peluang baru bagi sektor agrowisata di wilayah selatan Sukabumi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pengunjung dapat melihat langsung proses budidaya hingga memetik kurma segar dari pohonnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Keberhasilan budidaya ini tidak hanya menjadi simbol inovasi pertanian di kawasan Geopark Ciletuh, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Buah kurma ini dijual dengan harga Rp300 ribu per kilogramnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Kehadiran kebun kurma tersebut memperkaya potensi wisata berbasis pertanian sekaligus menunjukkan bahwa tanaman khas daerah kering tersebut dapat tumbuh produktif di iklim tropis Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)