Inpex Minta Insentif TKDN di Proyek Gas Blok Masela RI

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Rabu, 25/02/2026 18:30 WIB
Foto: Ilustrasi Inpex. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Inpex Masela Ltd mengajukan permohonan insentif berkaitan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dalam hal ini untuk pengembangan proyek gas Lapangan Abadi Blok Masela. Maluku.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto dalam Rapat Koordinasi Proyek Strategis Nasonal Onshore LNG Abadi Masela di Kementerian Keuangan.

Djoko mengungkapkan bahwa Inpex berharap adanya fleksibilitas dalam penerapan aturan komponen lokal, terutama jika nilai keekonomian proyek ternyata berada di bawah asumsi awal.


"Nah yang nomor dua Pak, kan tadi Plan of Development (POD)-nya 13,5%. Economics sekarang apalagi tadi Bapak minta harganya murah itu kemungkinan bisa di bawah 13,5 di bawah common POD. Otomatis nanti mereka minta insentif Pak," ujar Djoko dalam Sidang Debottlenecking Proyek Masela, di Kantor Kementerian Keuangan, dikutip Rabu (25/2/2026).

Djoko menyebutkan, insentif tersebut tidak hanya terbatas pada aspek fiskal, tetapi juga menyangkut kewajiban penggunaan barang dan jasa dalam negeri yang dinilai bisa mempengaruhi struktur biaya proyek secara signifikan.

"Nanti insentif kita lihat dari... Hitung saja yang betul kalau bisa murah murah tapi kan kalau mahalnya tadi... Nanti ada TKDN segala macam Pak. Mungkin nanti minta relaksasi-relaksasi lah," tambahnya.

Merespons permintaan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memimpin rapat menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung kelancaran proyek, namun tetap menekankan pentingnya transparansi dalam perhitungan biaya.

Purbaya meminta Inpex dan SKK Migas untuk memberikan data yang akurat mengenai kebutuhan insentif agar keputusan yang diambil pemerintah benar-benar tepat sasaran dan tidak merugikan negara.

"Hitung saja yang betul. Kalau bisa murah, murah. Tapi kalau mahalnya tadi... nanti kita lihat," tegas Purbaya.

Sebagaimana diketahui, Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia yang terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter. Adapun potensi gas dari Lapangan Abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas.

Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/ PSC) Masela yang ditandatangani pada 1998 lalu dan telah diperpanjang hingga 2055 ini berpotensi menghasilkan 9,5 MMTPA (juta metrik ton per tahun) LNG dan 150 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) gas pipa. Selain itu, Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35.000 barel per hari.

Konsep pengembangan lapangan greenfield (lapangan migas baru) yang memiliki kompleksitas tinggi dan risiko besar mencakup pengeboran deepwater, fasilitas subsea, FPSO (Floating Production Storage and Offloading), dan onshore LNG plant akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi PHE serta mitra-mitranya untuk merealisasikannya. Selain itu pengembangan lapangan ini juga berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

Blok Masela juga direncanakan akan menghasilkan clean LNG melalui penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung program Pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung sustainability pada era transisi energi.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Blok Masela Belum Jalan, Inpex Sudah Keluar Duit Rp33,6 Triliun