Demi Kepastian Pendanaan, Inpex Minta Jaminan Regulasi ke Purbaya

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Rabu, 25/02/2026 17:10 WIB
Foto: Photo by INPEX

Jakarta, CNBC Indonesia - Inpex Masela Ltd meminta jaminan kepastian regulasi untuk mengembangkan Lapangan Abadi Blok Masela. Hal itu seiring dengan proyek yang sudah menuju keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID).

Project Director Inpex Masela Jarrad Blinco mengaku bahwa proyek gas jumbo tersebut menghadapi tantangan kompetisi. Ia menegaskan bahwa pengembangan Blok Masela harus bersaing langsung dengan proyek-proyek migas besar lainnya di Amerika Serikat dan Timur Tengah untuk memperebutkan ketersediaan kontraktor dan rantai pasok global.

"Ini adalah tantangan yang kami hadapi untuk mengembangkan proyek ini. Proyek sebesar ini, kami bersaing melawan dunia. Kami bersaing dengan Amerika Serikat, kami bersaing dengan Timur Tengah. Di sinilah saya membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk memahami bahwa ini adalah proyek internasional," jelasnya dalam Sidang Debottlenecking Blok Masel, di Kantor Kementerian Keuangan, dikutip Rabu (25/2/2026).


Menurutnya, penyederhanaan regulasi menjadi kunci agar biaya proyek bisa lebih efisien. Ia berharap pemerintah dapat memangkas hambatan birokrasi agar kontraktor global tertarik masuk dan bisa mengerjakan proyek dengan biaya yang lebih kompetitif dibandingkan proyek di negara lain.

"Bagaimana kita bisa melihat untuk merampingkan peraturan dan bahkan membuat peraturan sedikit lebih mudah sehingga kontraktor dapat masuk dan membangun ini lebih cepat dan lebih murah. Itu penting untuk FID," tambahnya.

Merespons permintaan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung memberikan jaminan tegas di hadapan manajemen Inpex. Purbaya memastikan pemerintah Indonesia berkomitmen penuh menjaga kontrak dan tidak akan menerbitkan aturan yang merugikan kesepakatan yang telah berjalan.

"Saya ingin menekankan bahwa Indonesia tidak pernah melanggar kontrak dan tidak pernah mengubah peraturan setiap kali kontrak telah ditandatangani. Kami selalu menghormati kontrak dan kewajiban kami, jadi jangan khawatir tentang itu," kata Purbaya.

Sebagaimana diketahui, Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia yang terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter. Adapun potensi gas dari Lapangan Abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas.

Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/ PSC) Masela yang ditandatangani pada 1998 lalu dan telah diperpanjang hingga 2055 ini berpotensi menghasilkan 9,5 MMTPA (juta metrik ton per tahun) LNG dan 150 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) gas pipa. Selain itu, Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35.000 barel per hari.

Konsep pengembangan lapangan greenfield (lapangan migas baru) yang memiliki kompleksitas tinggi dan risiko besar mencakup pengeboran deepwater, fasilitas subsea, FPSO (Floating Production Storage and Offloading), dan onshore LNG plant akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi PHE serta mitra-mitranya untuk merealisasikannya. Selain itu pengembangan lapangan ini juga berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

Blok Masela juga direncanakan akan menghasilkan clean LNG melalui penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung program Pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung sustainability pada era transisi energi.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Purbaya Jamin Hormati Kontrak Investasi Jepang di Blok Masela