Trump Pecah Rekor Pidato Kenegaraan Terpanjang, Ngomong Hampir 2 Jam
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mencatatkan sejarah. Pidato kenegaraan (State of the Union Speech) yang disampaikannya di hadapan sidang gabungan Kongres pada Selasa malam waktu AS tercatat sebagai pidato terpanjang kepada Kongres AS sejak 1964.
Berdasarkan data American Presidency Project yang dikutip NPRÂ Rabu (25/2/2026), pidato Trump berlangsung 107,7 menit atau hampir 1 jam 48 menit. Ini menjadikannya yang terlama dalam lebih dari enam dekade.
Rekor tersebut sekaligus melampaui pidato Trump sendiri pada 4 Maret 2025 yang berdurasi 99,5 menit. Pidarto itu disampaikan pada awal masa jabatan keduanya dan tidak diklasifikasikan sebagai pidato kenegaraan (State of the Union).
Data historis menunjukkan, daftar pidato terpanjang kepada Kongres didominasi oleh Trump dan mantan Presiden Bill Clinton. Clinton sebelumnya memegang sejumlah rekor, termasuk pidato kenegaraan pada 27 Januari 2000 dengan durasi 88,8 menit, serta pidato pada 24 Januari 1995 selama 85 menit. Sementara itu, Trump juga tercatat menyampaikan pidato panjang lainnya, antara lain pada 5 Februari 2019 (82,4 menit), 30 Januari 2018 (80,5 menit), dan 4 Februari 2020 (78,1 menit).
Sebagai perbandingan, mantan Presiden Joe Biden menyampaikan pidato kenegaraan pada 7 Februari 2023 dengan durasi 73 menit, sedangkan pidatonya pada 7 Maret 2024 berlangsung 67,3 menit. Adapun mantan Presiden Barack Obama tercatat berpidato selama 69,3 menit pada 2010. Menurut catatan American Presidency Project, pidato terpendek kepada Kongres dalam periode modern disampaikan oleh mantan Presiden Richard Nixon pada 1972, dengan durasi sekitar 28 menit.
Panjang durasi pidato Trump kali ini dipengaruhi oleh banyaknya jeda. Termasuk tepuk tangan panjang, interupsi dari anggota parlemen, pengakuan terhadap tamu undangan, serta sorakan untuk tim hoki es putra Amerika Serikat yang meraih medali emas Olimpiade.Â
Pidato kenegaraan menjadi ajang bagi presiden AS untuk menetapkan atau mengatur ulang agenda nasional. Namun, pidato Trump disampaikan di tengah sentimen publik yang cenderung negatif. Jajak pendapat terbaru NPR/PBS News/Marist menunjukkan mayoritas warga Amerika menilai kondisi negara berada dalam situasi yang lebih buruk dibandingkan setahun sebelumnya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]