Ini Kuncian Utama Pengembangan Industri Halal RI, Tak Diurus Bahaya
Jakarta, CNBC Indonesia - Transformasi industri halal nasional tidak hanya bergantung pada teknologi atau investasi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia (SDM). Pemerintah menilai peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi faktor krusial agar industri halal dapat berkembang secara berkelanjutan.
Seiring meningkatnya permintaan produk halal, kebutuhan tenaga kerja yang memahami standar produksi dan sertifikasi juga semakin besar.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Emmy Suryandari mengatakan kebijakan industri halal nasional mencakup penguatan SDM sebagai prioritas.
"Sebagus apapun teknologi dan kebijakan yang kita miliki, kalau sumber daya manusianya tidak disiapkan maka itu akan menjadi bottleneck," kata Emmy dalam dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 bertema "Pengarusutamaan Ekonomi Syariah Sebagai Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional" di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, dikutip Rabu (24/2/2026).
Ia menjelaskan pemerintah telah menyiapkan strategi peningkatan kompetensi SDM industri halal sesuai kebutuhan sektor industri yang akan berkembang.
"Kita harus menyiapkan SDM sesuai dengan arah pengembangan industri halal nasional. Ketika kebijakan itu diimplementasikan, SDM-nya sudah siap," ujarnya.
Menurutnya, program pengembangan SDM dilakukan melalui berbagai kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
"Untuk pengembangan SDM tentu kita tidak bisa sendiri. Kita bekerja sama dengan kementerian lain, misalnya yang menangani tenaga kerja dan pendidikan," kata Emmy.
Peningkatan kompetensi ini juga mencakup pemahaman terhadap standar halal, sistem sertifikasi, hingga manajemen produksi halal.
Langkah tersebut dianggap penting agar industri nasional mampu memenuhi standar halal yang semakin ketat, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.
"Kita ingin memastikan SDM industri memahami standar halal secara komprehensif, sehingga tidak ada hambatan ketika kebijakan dijalankan," jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai program pelatihan dan fasilitasi bagi pelaku industri, terutama usaha kecil dan menengah.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap industri halal nasional dapat berkembang lebih cepat dan mampu bersaing di pasar global.
"SDM menjadi kunci agar kebijakan industri halal tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar bisa berjalan di lapangan," kata Emmy.
(dce) Add
source on Google