Tiket Mudik KA Ekonomi Kerakyatan Kelas Ekonomi Jakarta-Yogya Ludes
Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan tujuan Yogyakarta terpantau sudah ludes untuk periode perjalanan 14-31 Maret 2026, setelah dibuka penjualannya pada Rabu (25/2/2026) hari ini pukul 00:00 WIB.
Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia di aplikasi Access by KAI, untuk perjalanan 14-31 Maret, tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan di KA Tambahan 7040 relasi Pasar Senen-Lempuyangan, sudah ludes terjual dan hanya tersisa tiket kelas eksekutif dengan harga Rp570.000.
Namun, untuk periode perjalanan 11-13 Maret, tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan masih cukup tersedia.
Untuk arah sebaliknya yakni Lempuyangan-Pasar Senen dengan KA Tambahan 7039, tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan masih tersedia pada 11-22 Maret dan 31 Maret. Sedangkan untuk periode perjalanan 23-30 Maret, sudah ludes terjual.
Selain menggunakan Kereta Ekonomi Kerakyatan, KA Tambahan ini juga akan membawa kereta kelas eksekutif. Tarifnya yakni Rp175.000 untuk Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Rp570.000 untuk kelas eksekutif.
Formasi KA Tambahan ini yakni empat Kereta Ekonomi Kerakyatan dan lima kereta eksekutif. Kapasitas kursi masing-masing sebanyak 372 kursi untuk Kereta Ekonomi Kerakyatan dan 250 kursi untuk kelas eksekutif.
Lebih lanjut, KA Tambahan ini memakai nomor perjalanan 7040, di mana pemberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pada pukul 15:25 WIB dan diperkirakan tiba di Stasiun Lempuyangan pada pukul 22:57 WIB.
Sebaliknya, untuk perjalanan Lempuyangan-Pasar Senen, Kereta Ekonomi Kerakyatan tersedia di KA Tambahan dengan nomor perjalanan 7039, di mana pemberangkatan dari Stasiun Lempuyangan pada pukul 06:00 WIB dan diperkirakan tiba di Stasiun Pasar Senen pada pukul 13:56 WIB.
Manager Humas Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menyampaikan bahwa pengoperasian sarana ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat pada periode mudik Lebaran.
"Kereta Ekonomi Kerakyatan dihadirkan untuk memperluas akses perjalanan Lebaran. Kapasitas bertambah, kenyamanan meningkat, dan tarif terjangkau. Ini bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara daya angkut dan kualitas perjalanan saat permintaan Lebaran meningkat," ujar Franoto.
Sarana ini merupakan hasil modifikasi kereta ekonomi AC package generasi sebelumnya yang dikerjakan Insan Balai Yasa Manggarai. Penyesuaian difokuskan pada interior serta konfigurasi kursi untuk meningkatkan pengalaman perjalanan jarak jauh.
Setiap unit memiliki 93 tempat duduk dengan formasi 3:2 yang lebih ergonomis dan lebih lapang dibandingkan susunan sebelumnya yang berkapasitas 106 kursi. Fitur reversible memungkinkan arah kursi disesuaikan dengan laju kereta api sehingga meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Dari sisi tarif, posisinya berada di atas PSO dan di bawah Ekonomi Reguler. Skema ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang menginginkan harga tetap terjangkau dengan fasilitas yang lebih baik dibandingkan kelas ekonomi bersubsidi.
Franoto menambahkan bahwa optimalisasi sarana yang telah dimiliki menjadi bagian dari inovasi layanan untuk meningkatkan kapasitas dalam waktu singkat.
"Lebaran menuntut kesiapan menyeluruh. Melalui inovasi pada sarana yang ada, kapasitas bertambah dan kualitas perjalanan meningkat. Pelanggan memiliki lebih banyak pilihan jadwal serta kelas sesuai kebutuhan," tutup Franoto.
Melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI memperluas akses transportasi publik berbasis rel, mendukung kelancaran arus mudik, serta menjaga keterjangkauan bagi berbagai segmen pelanggan selama Layanan Lebaran 2026.
(chd/wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]