MARKET DATA
Internasional

Laba Singapore Airlines Longsor, Turun 69% Gara-Gara Air India

sef,  CNBC Indonesia
25 February 2026 09:35
Pesawat Singapore Airlines. (AP Photo/Elaine Thompson/File Foto)
Foto: Pesawat Singapore Airlines. (AP/Elaine Thompson/File Foto)

Jakarta, CNBC Indonesia- Singapore Airlines mencatat penurunan laba bersih hampir 69% pada kuartal III (Q3). Ini terjadi akibat hilangnya keuntungan satu kali dari merger Air India-Vistara tahun lalu dan meningkatnya biaya bahan bakar.

Laba bersih maskapai ini tercatat S$505 juta (sekitar Rp6,3 triliun), turun drastis dari S$1,63 miliar (sekitar Rp20,4 triliun) pada periode sama tahun sebelumnya. Kerugian maskapai dari perusahaan afiliasi melonjak menjadi S$178 juta (sekitar Rp2,23 triliun), mencerminkan kontribusi penuh kerugian Air India untuk kuartal ini.

Vistara Airlines, di mana Singapore Airlines memegang 49% saham, menyelesaikan merger dengan Air India pada 2024 untuk membentuk maskapai layanan penuh dominan di pasar domestik dan internasional India. Air India sendiri menjadi sorotan setelah kecelakaan di Juli 2025, yang menewaskan 260 orang.

Sementara itu, meski permintaan perjalanan global tinggi, penggunaan pesawat lama membuat kenaikan biaya. Terutama bahan bakar, perawatan, sewa mesin, dan persediaan.

Pengeluaran maskapai naik menjadi S$4,71 miliar (sekitar Rp59,4 triliun)dibandingkan S$4,59 miliar (sekitar Rp57,9 triliun) pada kuartal sebelumnya. Ini terdorong oleh biaya non-bahan bakar yang lebih tinggi dan kenaikan biaya bahan bakar bersih.

Faktor load penumpang, ukuran seberapa banyak kursi terisi, mencapai 87,5% untuk grup secara keseluruhan, sedikit naik dari 87,2% tahun sebelumnya. Total pendapatan kuartal ini meningkat 5,5% menjadi S$5,51 miliar (sekitar Rp69,0 triliun) dari periode yang sama tahun lalu.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Singapore Airlines Boeing 777 Mendarat Darurat, Sempat Berputar-putar


Most Popular
Features