MARKET DATA

Purbaya Sindir Inpex, Gak Pernah Ajak Meeting Pertamina!

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
24 February 2026 17:55
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti Sidang Debottlenecking Membahas Investasi LNG Blok Masela di Jakarta, Selasa (24/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan RI)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti Sidang Debottlenecking Membahas Investasi LNG Blok Masela di Jakarta, Selasa (24/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung koordinasi antara Inpex Masela Ltd dengan sejumlah partner dalam pengelolaan Blok Massela. Pasalnya, terdapat keluhan bahwa mitra domestik belum dilibatkan dalam pembahasan proyek.

Adapun, dalam struktur kepemilikan, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) diketahui memegang 20% hak partisipasi dan Petronas sebesar 15%. Oleh sebab itu, Purbaya meminta Project Director Inpex Masela Jarrad Blinco untuk dapat lebih bekerja sama.

"Jarrad, ada keluhan untuk Anda. Dalam proyek ini, Pertamina Hulu Energi memegang 20%, Petronas 15%, tetapi mereka tidak pernah diundang ke rapat Anda. Mohon bekerja sama lebih erat," kata Purbaya dalam Rapat Koordinasi Proyek Strategis Nasional Onshore LNG Abadi Masela di Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026).

Menanggapi hal itu, Jarrad menyatakan akan memperbaiki koordinasi dengan para mitra. "Well noted. Kami memiliki hubungan yang baik dengan mitra kami dan mereka sangat membantu kami, jadi baik, kami bisa melakukannya. Terima kasih," kata Jarrad merespons Purbaya.

Sebagaimana diketahui, Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia yang terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter. Adapun potensi gas dari Lapangan Abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas.

Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/ PSC) Masela yang ditandatangani pada 1998 lalu dan telah diperpanjang hingga 2055 ini berpotensi menghasilkan 9,5 MMTPA (juta metrik ton per tahun) LNG dan 150 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) gas pipa. Selain itu, Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35.000 barel per hari.

Konsep pengembangan lapangan greenfield (lapangan migas baru) yang memiliki kompleksitas tinggi dan risiko besar mencakup pengeboran deepwater, fasilitas subsea, FPSO (Floating Production Storage and Offloading), dan onshore LNG plant akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi PHE serta mitra-mitranya untuk merealisasikannya. Selain itu pengembangan lapangan ini juga berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

Blok Masela juga direncanakan akan menghasilkan clean LNG melalui penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung program Pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung sustainability pada era transisi energi.

(ven/ven) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Pertamina Patra Niaga Siaga Natal Dan Tahun Baru


Most Popular
Features