Pelatihan PERKASA Menata Ulang Harapan Petani Sawit
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Triputra Agro Persada Tbk konsisten meningkatkan kualitas agronomi dengan Pelatihan PERKASA (Petani Berkualitas dan Sejahtera) di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Melalui program ini, produktivitas kebun petani diharapkan meningkat seiring tumbuhnya kesejahteraan secara berkelanjutan.
Hal ini sejalan dengan manifestasi dari nilai luhur yang ditanamkan T.P Rachmat selaku salah satu pendiri perusahaan dengan filosofi untuk menjadi perusahaan yang lahir dari, oleh, dan untuk Indonesia.
Salah satu petani sawit di Desa Suak Putat, Muaro Jambi, Bejo, merasakan perubahan setelah mengikuti pelatihan tersebut. Sebelumnya ia pernah tergiur janji panen cepat dan hasil berlipat dari bibit sawit yang dibeli dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Namun bertahun-tahun kemudian, yang tumbuh di kebunnya bukanlah harapan, melainkan kekecewaan.
"Pertama kali beli bibit itu yang abal-abal, jadi kini hasilnya sangat mengecewakan sekali," kata Bejo dikutip Selasa (24/2/2026).
Cerita Bejo bukan kasus tunggal yang tertipu oleh oknum penjual bibit sawit dengan harga miring. Tantangan serupa dialami Sumarni Ningsih, petani di Desa Long Tesak, Kutai Timur.
Ia mengaku bertahun-tahun berkebun sawit berdasarkan kebiasaan turun-temurun, tanpa benar-benar memahami dasar agronomi, tak banyak mengetahui soal berkebun sawit mulai dari memilih bibit, cara pemupukan yang benar hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
"Saya dulu hanya ikut cara orang-orang sebelumnya. Tidak tahu apakah itu sudah benar atau belum," ujarnya.
Keterbatasan akses informasi dan minimnya pendampingan teknis membuat petani mandiri rentan tertipu bibit abal-abal. Padahal, kesalahan memilih bibit berarti risiko produksi rendah selama puluhan tahun.
Untuk itu, dalam program Pelatihan PERKASA, sekitar 60% sesi dihabiskan para petani tersebut mendapatkan praktik langsung di lapangan. Selama tiga hari, mereka mengidentifikasi bibit bersertifikat, cara memupuk yang benar, hingga mempraktikkan teknik panen yang benar.
Sumarni mengaku ini menjadi kali pertama memahami bahwa produktivitas sawit ditentukan oleh ketepatan langkah-langkah dasar tersebut. Dia berharap petani dapat terbiasa mempraktikkan cara merawat tanaman secara presisi, agar mereka dapat pulang dengan kepercayaan diri yang penuh bahwa mereka bisa menjadi ahli sawit di kebun sendiri.
"Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan pengetahuan yang benar tentang berkebun sawit saat mengikuti pelatihan Perkasa dari PT Triputra Agro Persada Tbk. Saya jadi memahami bahwa memilih bibit itu tidak boleh sembarangan dan kalau melakukan pemupukan perlu dosis dan cara yang tepat agar hasil panen bisa bagus. Semoga setelah melalui pelatihan ini dengan cara berkebun yang baik dan benar, kami bisa meningkatkan pendapatan," ungkap dia.
Hingga akhir 2025, Pelatihan PERKASA yang dimulai sejak akhir 2024 berhasil membantu petani-petani mandiri di 69 desa pada 10 kabupaten di seluruh entitas anak Triputra Agro Persada, yaitu Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Bagi para petani, yang berubah bukan hanya teknik bertani, tetapi juga rasa percaya diri.
Pelatihan Perkasa turut didesain secara berkelanjutan dengan dilakukan pendampingan secara berkala untuk memastikan para petani benar-benar menerapkan ilmu yang didapat di kebun masing-masing. Pendampingan berkelanjutan ini menjadi kunci agar transformasi cara bertani menjadi standar baru bagi produktivitas mereka.
Subeki, petani Desa Baung, Seruyan, Kalimantan Tengah telah merasakan manfaat dari program monitoring Perkasa. Ia kini lebih disiplin dalam melakukan aktivitas pruning alias memotong pelepah sebelum panen.
"Dulu saya pikir asal pelepah dipotong saja sudah cukup, namun setelah ikut pelatihan PERKASA, saya baru tahu kalau pruning itu ada aturannya dan sangat berperan penting untuk tumbuh kembang tanaman sawit serta kemudahan saat panen nanti. Tim dari perusahaan juga rutin datang untuk memantau dan memberikan masukan-masukan," jelas Subeki.
Mereka mulai melihat kebun bukan sekadar lahan warisan, tetapi ruang belajar yang terus berjuang agar produktivas hasil buahnya optimal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Manajemen PT Triputra Agro Persada Tbk menyebut dalam Perkebunan kelapa sawit, penguatan kapasitas petani rakyat menjadi salah satu kunci penting. Produktivitas yang baik bukan hanya berdampak pada pendapatan keluarga, tetapi juga pada praktik budidaya yang lebih tertib dan berkelanjutan.
"Melalui PERKASA, PT Triputra Agro Persada Tbk berkomitmen untuk berdiri sebagai sahabat petani agar tak ada lagi petani yang tertinggal bahkan tertipu. Program ini adalah wujud nyata di mana setiap petani mandiri memiliki kedaulatan atas pengetahuan dan masa depannya," tulis perusahaan.
Perusahaan juga turut membukahotlinekonsultasi agronomi via WhatsApp di nomor 0811222012210.Â
source on Google [Gambas:Video CNBC]