Keputusan Investasi Proyek Gas Jumbo RI Ditarget Tuntas Desember 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) proyek Lapangan Gas Abadi, Blok Masela, Maluku bisa dilakukan pada tahun akhir tahun 2026.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa meski ditargetkan dapat terlaksana pada akhir tahun, namun FID tidak dapat dilakukan tanpa adanya kepastian kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG).
"Jadi kita ingin pembeli gasnya itu harus sudah ada sebelum FID. Jadi FID kalau akhir Desember tahun ini, ya paling enggak awal atau pertengaha Desember itu sudah ada pembeli LNG-nya," kata Djoko dalam Rapat Koordinasi Proyek Strategis Nasional Onshore LNG Abadi Masela yang ia pimpin di Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026).
Ia lantas mencontohkan proyek lain yang telah lebih dahulu memperoleh kepastian pasar. Beberapa diantaranya KKKS seperti Eni dan Mubadala yang dapat lebih cepat melakukan FID.
"Jadi kalau kita bandingkan dengan Eni dengan Mubadala, Eni itu mungkin minggu depan sudah tanda tangan FID-nya Pak karena dia sudah mendapatkan harga atau sudah selesai lelang dalam negeri dan luar negeri," katanya.
Sementara itu, Project Director INPEX Masela Jarrad Blinco menyampaikan bahwa saat ini masih terdapat beberapa hal yang harus diselesaikan sebelum konstruksi dapat dimulai. Salah satunya terkait calon pembeli gas Blok Masela.
Menurutnya, pihaknya telah melakukan penawaran gas baik untuk pasar domestik maupun internasional. Sejumlah calon pembeli telah diidentifikasi dan saat ini tengah dalam tahap negosiasi untuk kesepakatan awal.
"Rencananya adalah untuk mendapatkan surat pernyataan niat untuk FID (Final Investment Decision) dan komitmen pasti sebelum FID," kata Blinco.
Sebagaimana diketahui, Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia yang terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter. Adapun potensi gas dari Lapangan Abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas.
Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/ PSC) Masela yang ditandatangani pada 1998 lalu dan telah diperpanjang hingga 2055 ini berpotensi menghasilkan 9,5 MMTPA (juta metrik ton per tahun) LNG dan 150 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) gas pipa. Selain itu, Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35.000 barel per hari.
(ven) Add
source on Google