MARKET DATA

Purbaya Tekankan Proyek Gas Abadi Blok Masela Harus Jalan 2029

Aziza Zahwa Layla Madjid,  CNBC Indonesia
24 February 2026 16:03
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti Sidang Debottlenecking Membahas Investasi LNG Blok Masela di Jakarta, Selasa (24/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan RI)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti Sidang Debottlenecking Membahas Investasi LNG Blok Masela di Jakarta, Selasa (24/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan, proyek gas abadi Blok Masela di Laut Arafura, Maluku Utara bisa onstream pada tahun 2029. Paling tidak, Purbaya meminta bangunan-bangunan dalam proyek sudah mulai terbangun.

"Saya sih kalo bisa (Blok Masela) 2029 atau sebelum 2029 sudah kelihatan lah bangunannya. Jadi gasnya sudah berproduksi, jadi kita akan percepat semaksimal mungkin," terang Purbaya dalam Rapat Koordinasi Proyek Strategis Nasional Onshore LNG Abadi Masela yang ia pimpin di Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026).

Purbaya menekankan, akan mendukung terselesaikannya proyek gas abadi tersebut sesuai dengan target. Terutama, jika ada hambatan dari pemerintah.
"Jadi saya cuma bisa mendukung aja kan. Yang jelas seluruh hambatan di pemerintah kita akan hilangkan," Ungkap Purbaya.

Oleh karena itu, Purbaya menegaskan akan membentuk satu tim di Kementerian Keuangan untuk mempercepat terlaksananya proyek Blok Masela ini. Kelak, apabila hambatan itu muncul, maka Inpex Corporation Ltd selaku operator bisa melaporkan hal tersebut.

"Nanti kita beresin di sini. Jadi saya akan perlakukan mereka sebagai investor spesial, di mana kalo ada hambatan datangnya ke sini, diberesinnya di sini,"

"Ini kan perwakilan pemerintah semua ya, jadi kalo ada gangguan, hambatan di izin investasi kita panggil kementerian investasi ke sini. Di perdagangan kita panggil impor misalnya tadi ke sini. Diperindustrian kita panggil industrinya ke sini," tegas Purbaya.

Sebagaimana diketahui, Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia yang terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter. Adapun potensi gas dari Lapangan Abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas.

Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/ PSC) Masela yang ditandatangani pada 1998 lalu dan telah diperpanjang hingga 2055 ini berpotensi menghasilkan 9,5 MMTPA (juta metrik ton per tahun) LNG dan 150 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) gas pipa. Selain itu, Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35.000 barel per hari.

Konsep pengembangan lapangan greenfield (lapangan migas baru) yang memiliki kompleksitas tinggi dan risiko besar mencakup pengeboran deepwater, fasilitas subsea, FPSO (Floating Production Storage and Offloading), dan onshore LNG plant akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi PHE serta mitra-mitranya untuk merealisasikannya. Selain itu pengembangan lapangan ini juga berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

Blok Masela juga direncanakan akan menghasilkan clean LNG melalui penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung program Pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung sustainability pada era transisi energi.

(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil Beberkan Progres Proyek Gas Jumbo RI, Kapan Beroperasi?


Most Popular
Features