Bangun Proyek Gas Jumbo Rp 352 Triliun di RI, Inpex Minta Insentif Ini

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Selasa, 24/02/2026 19:20 WIB
Foto: (dari kiri ke kanan) President Director Indonesia INPEX Masela Kenji Hasegawa, Project Director INPEX Masela Jarrad Blinco, Direktur INPEX Masela Imron, Direktur INPEX Masela, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi, Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi Mery Luciawati, dan Presdir Peteonas Indonesia Yuzaini Md Yusof. (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)

Jakarta, CNBC Indonesia - Inpex Masela Ltd meminta dukungan pemerintah dalam rangka implementasi pembangunan proyek Kilang LNG Blok Masela. Dukungan tersebut salah satunya terkait tahapan pekerjaan Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI).

Semula, Project Director Inpex Masela Jarrad Blinco memaparkan bahwa proyek Blok Masela menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Menurutnya dengan dukungan kuat dari SKK Migas, sejumlah tahapan penting telah berhasil dicapai, termasuk persetujuan AMDAL.

"Pekerjaan di lapangan diharapkan segera dimulai setelah penyelesaian kompensasi masyarakat setempat," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Proyek Strategis Nasonal Onshore LNG Abadi Masela di Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026).


Ia juga mengungkapkan tahapan Front End Engineering Design (FEED) beserta aktivitas terkait saat ini berjalan dengan baik. Adapun, FEED sendiri sementara ini ditargetkan akan diperoleh pada Juni 2026.

Selanjutnya, memasuki tahapan EPCI, INPEX menilai diperlukan dukungan pemerintah guna memperlancar implementasi proyek. Beberapa hal yang diharapkan INPEX antara lain adalah sebagai berikut:

1. Relaksasi ketentuan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN)

2. Penggunaan galangan fabrikasi luar negeri

3. Penyederhanaan proses impor

4. Penyederhanaan Master List dan kebijakan cabotage

5. Pengurangan kewajiban penggunaan barang tertentu.

Selain itu, perusahaan juga meminta koordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait skema pembiayaan melalui Trustee Borrowing Scheme.

Tak hanya itu, Inpex juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah untuk mempermudah administrasi perizinan serta memastikan penerimaan masyarakat (community acceptance) terhadap proyek.

"Kami berharap adanya kerja sama dan dukungan lebih lanjut untuk proyek ini," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, proyek Blok Masela sendiri diperkirakan menelan investasi hampir US$ 21 miliar atau sekitar Rp 352 triliun, dengan kapasitas produksi gas mencapai 1.600 juta standar kaki kubik per hari MMSCFD.


(ven) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: AS "Serbu" Asia! Siapkan Uang 11.000 Triliun