MARKET DATA

Jakarta Setop Izin Baru Lapangan Padel, Warga Teriak Ini ke Pramono

Redaksi,  CNBC Indonesia
24 February 2026 14:27
Deretan spanduk penolakan terbentang di pagar dan sudut jalan lingkungan RT 05/13, Pulomas, Jakarta Timur,  Selasa, (24/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Deretan spanduk penolakan terbentang di pagar dan sudut jalan lingkungan RT 05/13, Pulomas, Jakarta Timur, Selasa, (24/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur DKI Jakarta Pamono Anung resmi menghentikan pembangunan lapangan padel baru di kawasan perumahan atau pemukiman penduduk. Selanjutnya, pembangunan lapangan padel baru hanya boleh di zona komersial.

Tak hanya itu, Pramono mengaku, Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan pendataan dan penertiban lapangan-lapangan padel yang ada di Jakarta. Untuk mengecek, dari sekitar 397 lapangan padel yang ada di Jakarta, berapa yang telah mengantongi izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan berapa yang belum.

Pramono juga mengatakan sedang menindaklanjuti kasus terkait lapangan padel di Jakarta Timur (penolakan oleh warga).

Untuk lapangan padel yang tidak memiliki izin PBG, akan dilakukan penghentian operasional, pembongkaran, dan penutupan usaha. 

Sementara, untuk lapangan padel yang telah memiliki izin PBG namun berlokasi di kawasan perumahan, wajib memasang peredam suara agar kebisingan yang ditimbulkan olahraga padel tidak mengganggu warga sekitar. 

"Untuk lapangan padel sudah diputuskan, perizinan baru untuk pembangunan atau lapangan padel tidak diperbolehkan di zona perumahan. Semuanya harus di zona komersial untuk yang baru," katanya saat konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/2/2026).

"Untuk lapangan padel yang sudah memiliki PBG tapi berada di perumahan, saya memutuskan dan meminta walikota, jajaran terkait, camat dan sebagainya, untuk mengadakan negosiasi dengan warga dan memberikan batas maksimum boleh digunakan tidak boleh dari jam 8 malam," tegas Pramono.

Lantas, apa alasan Gubernur Pramono menetapkan kebijakan tersebut?

Saat ditanya keluhan terbesar warga terkait keberadaan lapangan padel, Pramono menjabarkan, ada 3 hal yang paling dikeluhkan masyarakat. 

"Ada 3 hal paling dikeluhkan warga. Pertama adalah parkir. Pemain padel ini kan memang memiliki kemampuan mengendarai mobilnya sendiri. Sering parkir di perumahan karena nggak ada lokasi parkir. Parkirnya sembarangan, ini sangar mengganggu warga. Yang seperti itu juga akan kita tertibkan," ucapnya.

"Kedua, kebisingan. Karena lapangan itu tadi, bukan redam atau kedap suara. Maka kami akan minta Dinas Pemuda dan Olahraga yang memberikan rekomendasi untuk pembangunan lapangan padel baru, persoalan kebisingan tadi hal utama," jelas Pramono.

Yang ketiga adalah jadwal operasional lapangan padel.

"Maka yang di perumahan maksimum jam 8 malam. Maksimum ya. Tergantung nanti negosiasi yang melibatkan warga dan sebagainya," tegas Pramono.

(dce/dce) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Perkuat Ekonomi Jakarta, Pramono Anung Sukses Raih Penghargaan Ini


Most Popular
Features