Siaga 1 Trump Serang Iran, AS 'Kosongkan' Staf di Negara Arab Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) memerintahkan personel non-darurat untuk meninggalkan kedutaannya di Beirut, Lebanon. Ini dilakukan karena Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang Iran.
Iran sendiri memiliki hubungan dekat dengan milisi Syiah Lebanon, Hizbullah. Dukungan Iran, diyakini analis Barat, juga termasuk bantuan keuangan, pengerahan pasukan militer Garda Revolusi Iran (IRGC), dan pelatihan dalam pembentukan dan perkembangan Hizbullah.
"Ini adalah tindakan sementara yang dimaksudkan untuk memastikan keselamatan personel kami sambil mempertahankan kemampuan kami untuk beroperasi dan membantu warga negara AS," kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri dengan syarat anonimitas, dikutip AFP, Selasa (24/2/2026).
Perintah tersebut berlaku untuk karyawan non-darurat dan anggota keluarga mereka. Meski demikian, kedutaan akan tetap buka.
"Kami terus-menerus menilai lingkungan keamanan, dan berdasarkan tinjauan terbaru kami, kami memutuskan bahwa bijaksana untuk mengurangi kehadiran kami menjadi personel penting," kata pejabat AS tersebut.
Trump telah memerintahkan peningkatan besar-besaran pasukan Amerika di kawasan Timur Tengah beberapa minggu terakhir menyusul ancamannya ke Iran.
Ia mengatakan Iran harus menerima kesepakatan dengan AS soal program nuklirnya.
"Sekitar 40 personel kedutaan meninggalkan Beirut melalui bandara internasional pada hari Senin," tambah sumber keamanan Lebanon.
Sementara itu, pemerintah Iran sendiri mengatakan mereka masih mengharapkan pembicaraan lanjutan dengan AS yang digelar Kamis. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan dimulainya kembali pembicaraan adalah "peluang baru", tetapi memperingatkan risiko konflik regional jika negaranya diserang.
"Konsekuensi dari agresi baru apa pun tidak akan terbatas pada satu negara dan tanggung jawab akan berada pada mereka yang memulai atau mendukung tindakan tersebut," kata Gharibabadi, menyerukan negara-negara lain untuk "mengambil langkah-langkah berarti untuk mencegah eskalasi lebih lanjut".
Meski begitu, Iran bersumpah untuk membalas "dengan ganas" bila terjadi serangan apa pun dari AS. Kementerian Luar Negeri Teheran menegaskan kembali Senin, bahwa serangan apa pun, bahkan terbatas, "akan dianggap sebagai tindakan agresi".
"Dan negara mana pun akan bereaksi terhadap tindakan agresi... dengan ganas, jadi itulah yang akan kami lakukan," kata juru bicara kementerian Esmaeil Baqaei.
(sef/sef) Add
source on Google