Internasional

Akhirnya AS Tarik Total Semua Pasukannya dari Negara Arab Ini

Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
Selasa, 24/02/2026 02:30 WIB
Foto: REUTERS/KARAM AL-MASRI

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasukan Amerika Serikat (AS) dipastikan akan menyelesaikan penarikan total dari Suriah dalam waktu sekitar satu bulan ke depan. Langkah ini menandai berakhirnya kehadiran militer Washington di negara tersebut setelah bertahun-tahun memimpin koalisi antijihadis.

Tiga sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan kepada AFP bahwa pasukan AS telah mulai meninggalkan pangkalan utama mereka di wilayah timur laut Suriah sejak Senin (23/2/2026) waktu setempat.

Penarikan ini dilakukan setelah pasukan Kurdi, yang selama ini menjadi mitra utama Washington dalam memerangi kelompok ISIS, menyerahkan wilayah yang mereka kuasai kepada pemerintah Damaskus dan menyepakati integrasi ke dalam struktur negara Suriah.


Dalam dua pekan terakhir, militer AS juga telah menarik pasukannya dari dua pangkalan lain, yakni Al-Tanf di wilayah tenggara dan Shadadi di timur laut Suriah.

"Dalam waktu satu bulan, mereka akan menarik diri sepenuhnya dari Suriah dan tidak akan ada lagi kehadiran militer di pangkalan-pangkalan tersebut," ujar seorang pejabat pemerintah Suriah kepada AFP.

Sumber Kurdi membenarkan kerangka waktu tersebut. Bahkan, seorang diplomat memperkirakan proses penarikan dapat berlangsung lebih cepat.

"Penarikan ini diperkirakan bisa selesai dalam sekitar 20 hari," kata diplomat tersebut.

Saat ini, AS masih memiliki sekitar 1.000 personel militer yang ditempatkan di Suriah. Pada Senin, pasukan Kurdi mulai mundur dari pangkalan Qasrak di timur laut, yang sebelumnya masih berada di bawah kendali mereka.

Seorang pejabat Kurdi yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa proses tersebut dilakukan secara bertahap. Laporan AFP menyebut ada konvoi puluhan truk yang mengangkut kendaraan lapis baja serta bangunan prefabrikasi bergerak dari pangkalan Qasrak di Provinsi Hasakeh menuju perbatasan Irak.

Dalam perkembangan terpisah, pemerintah Suriah dilaporkan terus memperluas kendalinya atas wilayah timur laut negara itu. Washington juga disebut telah menjalin hubungan yang lebih dekat dengan otoritas baru Suriah sejak jatuhnya Bashar al-Assad pada akhir 2024.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: ISIS Klaim Dalangi Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan