Tentara Bunuh Bos Narkoba Kelas Kakap, Satu Negara Jadi bak "Neraka"
Jakarta, CNBC Indonesia - Tentara Meksiko mengumumkan bahwa mereka telah membunuh gembong narkoba yang berpengaruh, Nemesio "El Mencho" Oseguera. Ini dilakukan dalam sebuah operasi yang memicu gelombang kekerasan di berbagai bagian negara.
Oseguera (59) adalah pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (Jalisco New Generation Cartel) yang sudah menjadi buronan senilai US$ 15 juta. Ia terluka dalam bentrokan dengan tentara di kota Tapalpa, di negara bagian Jalisco, dan meninggal saat diterbangkan ke Mexico City.
Dilaporkan bagaimana dalam baku tembak, para penambak kartel memblokir lebih dari 20 jalan di negara bagian Jalisco bagian barat, termasuk Tapalpa, dengan mobil dan truk yang terbakar. Kekerasan menyebar ke negara bagian lain juga.
Foto: Tentara Meksiko berpatroli menggunakan kendaraan, setelah pihak berwenang memperkuat keamanan menyusul penghalang jalan dan serangan pembakaran yang dilakukan oleh kejahatan terorganisir di beberapa negara bagian, setelah operasi militer di mana sumber pemerintah mengatakan gembong narkoba Meksiko Nemesio Oseguera, yang dikenal sebagai "El Mencho," tewas di negara bagian Jalisco, di Acapulco, Meksiko, 22 Februari 2026. (REUTERS/Henry Romero) |
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mendesak warga untuk tetap tenang. Ia mengatakan pemerintah pusat berkoordinasi dengan otoritas negara bagian.
Oseguera, yang dijuluki "El Mencho," adalah salah satu gembong narkoba Meksiko terbesar yang berhasil ditangkap sejak penangkapan para pendiri kartel Sinaloa, Joaquin "El Chapo" Guzman dan Ismael Zambada. Keduanya sekarang menjalani hukuman di Amerika Serikat (AS).
Pembunuhan Oseguera melibatkan intelijen militer Meksiko sendiri. Namun serangan itu dilakukan dengan "informasi tambahan" dari otoritas AS.
Dikatakan enam tersangka penembak kartel selain Oseguera tewas. Tiga tentara juga terluka.
Dalam operasi itu, dua tersangka kartel lain ditangkap. Berbagai senjata disita, termasuk peluncur roket yang mampu menjatuhkan pesawat dan menghancurkan kendaraan lapis baja.
Jalan Bak Medan Perang, Meksiko Bak "Neraka"
Jalanan tempat penggerebekan terjadi dilaporkan dalam sejumlah foto berubah bak medan perang. Mobil-mobil terbakar diperlihatkan sejumlah foto.
Situasi bak "neraka" juga terjadi di Meksiko kini. Kerusuhan terjadi di beberapa daerah.
Jalan-jalan di ibu kota negara bagian Guadalajara misalnya, hampir kosong karena toko-toko, apotek, dan pom bensin tutup. Salah satu warga, Maria Medina, mengatakan bahwa pria-pria bersenjata muncul dan menyuruh semua orang untuk keluar.
"Saya pikir mereka akan menculik kami. Saya lari ke warung taco untuk berlindung bersama orang-orang di sana," kata wanita yang bekerja di sebuah pom bensin yang dibakar tersebut.
Kekerasan juga dilaporkan menyebar ke negara bagian tetangga Michoacan, tempat kartel Oseguera juga memiliki kehadiran. Resor Puerto Vallarta juga terkena imbas.
Menurut Departemen Kehakiman AS, kartel Oseguera dibentuk pada tahun 2009. Ini menjadi salah satu organisasi perdagangan narkoba paling kejam di Meksiko.
Negara Tetangga Respons
Sementara itu, di tengah kekerasan Meksiko, Guatemala mengatakan pihaknya memperkuat bagian-bagian "strategis" perbatasannya dengan tetangganya itu. Negara itu telah mengalami serangan lintas batas oleh kelompok-kelompok kriminal yang terkait dengan kartel dalam beberapa bulan terakhir.
AS juga bereaksi. Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau menyambut baik operasi tersebut dan menyebut Oseguera sebagai "salah satu gembong narkoba paling kejam dan bengis."
"Ini adalah perkembangan besar bagi Meksiko, AS, Amerika Latin, dan dunia," tambahnya.
Penggerebekan itu terjadi di tengah tekanan dari Presiden AS Donald Trump agar Meksiko menghentikan aliran narkoba, khususnya fentanil, ke Amerika. Trump telah berulang kali mengancam akan mengenakan tarif pada ekspor Meksiko, dengan alasan bahwa Sheinbaum belum berbuat cukup untuk memerangi perdagangan narkoba.
AS mengklasifikasikan kartel Jalisco sebagai organisasi teroris dan menuduhnya mengirimkan kokain, heroin, metamfetamin, dan fentanil ke Amerika. Dalam sebuah pernyataan di media sosial yang dirilis setelah kekerasan meletus pada hari Minggu, Departemen Luar Negeri AS mendesak warga AS di sebagian besar wilayah Meksiko untuk "berlindung di tempat sampai pemberitahuan lebih lanjut".
Hal sama juga dilakukan Kanada. Ottawa mengeluarkan peringatan perjalanan untuk beberapa daerah, dengan alasan "adu tembak dengan pasukan keamanan dan ledakan" di negara bagian Jalisco, Guerrero, dan Michoacan.
Maskapai penerbangan AS dan Kanada membatalkan puluhan penerbangan ke Meksiko karena kekerasan tersebut. Air Canada mengatakan pembatalan ke Puerto Vallarta akan berlanjut setidaknya hingga Senin.
source on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: Tentara Meksiko berpatroli menggunakan kendaraan, setelah pihak berwenang memperkuat keamanan menyusul penghalang jalan dan serangan pembakaran yang dilakukan oleh kejahatan terorganisir di beberapa negara bagian, setelah operasi militer di mana sumber pemerintah mengatakan gembong narkoba Meksiko Nemesio Oseguera, yang dikenal sebagai "El Mencho," tewas di negara bagian Jalisco, di Acapulco, Meksiko, 22 Februari 2026. (REUTERS/Henry Romero)