Breaking! Defisit APBN Capai 0,21% per Januari 2026, Setara Rp54,6 T

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Senin, 23/02/2026 11:28 WIB
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 0,21% per Januari 2026. Defisit ini setara dengan Rp54,6 triliun.

"Angka ini masih sangat terkendali dan masih dalam koridor desain APBN 2026," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, Senin (23/2/2026).


Sementara itu, defisit kesinambungan primer tercatat sebesar Rp 4,2 triliun. Adapun, dari sisi belanja negara tercatat Rp 227,3 triliun atau 5,9% dari pagu APBN. Pendapatan mencapai Rp 172,7 triliun.

Purbaya menuturkan pertumbuhan pajak pada Januari tumbuh sebesar 30,7% pdibandingkan tahun lalu. Artinya ada perbaikan ekonomi dan perbaikan dari efisiensi pajak. Purbaya berharap ini dapat berlanjut pada bulan-bulan berikut.  

"Ini menentukan akselerasi belanja pemerintah, khususnya program prioritas," ujarnya.

Dia memastikan secara keseluruhan APBN berfungsi menjadi penggerak ekonomi dan defisit terkendali. "Kita optimis APBN mendukung momentum pertumbuhan sepanjang tahun 2026," paparnya.

Foto: Materi paparan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA Edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Kementerian Keuangan RI)
Materi paparan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA Edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Kementerian Keuangan RI)


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Minta Pembaruan Data PBI BPJS Tak Bikin Ribut, Purbaya Kayak Konyol Ki