8 Photos
Potret Raksasa Nuklir Muslim Ini Serang Tetangganya, Puluhan Tewas
Serangan Pakistan di Nangarhar, Afghanistan, tewaskan puluhan menurut Taliban. Islamabad klaim target militan
Warga desa bersama tentara menyisir puing-puing bangunan yang hancur di Nangarhar, Afghanistan, pada Minggu (22/2/2026), sehari setelah serangan yang dilancarkan Pakistan. Otoritas Taliban yang berkuasa menyebut serangan itu menewaskan dan melukai puluhan orang, termasuk perempuan dan anak-anak. (REUTERS/Stringer)
Kementerian pertahanan Taliban menyatakan akan memberikan tanggapan yang tepat pada waktu yang dianggap sesuai, tanpa merinci langkah yang akan diambil. (REUTERS/Stringer)
Pemerintah Pakistan mengatakan serangan tersebut menyasar target militan di wilayah Afghanistan. Islamabad menyalahkan sejumlah serangan bom bunuh diri baru-baru ini, termasuk yang terjadi selama bulan suci Ramadhan kepada kelompok pejuang yang disebut beroperasi dari seberang perbatasan. (REUTERS/Stringer)
Ketegangan meningkat tajam hanya beberapa hari setelah Kabul membebaskan tiga tentara Pakistan dalam langkah yang dimediasi Arab Saudi. Pembebasan itu sebelumnya dipandang sebagai upaya meredakan kekhawatiran menyusul berbulan-bulan bentrokan di sepanjang perbatasan yang bergunung dan sulit dijangkau. (REUTERS/Stringer)
Kementerian Informasi Pakistan menyatakan serangan itu menyasar tujuh kamp dan tempat persembunyian kelompok militan di perbatasan Afghanistan. Targetnya disebut milik Taliban Pakistan dan Provinsi Khorasan Negara Islam. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Dalam pernyataan terpisah, kementerian mengklaim memiliki bukti kuat bahwa serangan-serangan di Pakistan dilakukan oleh Khwarij, istilah yang digunakan Islamabad untuk Taliban Pakistan yang disebut mendapat perintah dari pimpinan yang berbasis di Afghanistan. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Sementara itu, Kabul berulang kali membantah tudingan bahwa pihaknya mengizinkan militan menggunakan wilayah Afghanistan untuk melancarkan serangan ke Pakistan, menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan tanah Afghanistan mengancam negara lain. (Tangkapan Layar Video Reuters/)