Para pengunjuk rasa membentangkan poster saat beraksi di kantor Cargill di São Paulo, Brasil, akhir pekan, sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok masyarakat adat yang telah memblokir lalu lintas truk selama beberapa hari di pintu masuk terminal Santarem, Brasil utara. Mereka menentang rencana pemerintah Brasil untuk mengeruk sungai-sungai di wilayah Amazon guna mempercepat pengangkutan biji-bijian. (REUTERS/Jean Carniel)
Mengutip Reuters, Senin (23/2/2026), para demonstran berkumpul di jalan depan gedung perkantoran sambil meneriakkan slogan penolakan dan mengacungkan berbagai poster. Sejumlah peserta dari komunitas adat terlihat menari dalam lingkaran sebagai bentuk perlawanan simbolis, sementara lainnya menyuarakan kekhawatiran atas dampak lingkungan proyek tersebut. (REUTERS/Jean Carniel)
Aksi di São Paulo ini merupakan perluasan dari protes yang lebih dulu digelar di kota Santarém, wilayah Amazon. Sejak 22 Januari, anggota kelompok masyarakat adat Tupinamba memblokir akses ke terminal sungai milik Cargill di kota tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, mereka juga menghentikan lalu lintas truk di pintu masuk terminal. (REUTERS/Jean Carniel)
Kelompok pengunjuk rasa menyatakan mobilisasi ini menargetkan rencana pengerukan Sungai Tapajós, termasuk pemindahan bebatuan dari dasar sungai. Para aktivis memperingatkan proses tersebut berpotensi melibatkan bahan peledak yang dapat merusak ekosistem dan membahayakan populasi ikan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. (REUTERS/Jean Carniel)
Sementara itu, Cargill membantah bertanggung jawab atas proyek jalur air yang digagas pemerintah Brasil tersebut. Perusahaan juga telah mengajukan gugatan hukum untuk mencabut blokade terhadap terminal sungainya di Santarém. (REUTERS/Jean Carniel)