Siap-Siap War! Tiket Kapal Merak-Bakauheni Lebaran 2026 Sudah Dibuka
Jakarta, CNBC Indonesia - Tiket kapal penyeberangan pelabuhan Merak menuju Bakauheni pada arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 H atau 2026, tepatnya periode 12 - 31 Maret 2026 sudah dibuka mulai Jumat (20/2/2026) malam.
Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia di aplikasi Ferizy yang dimiliki oleh ASDP, tiket penyeberangan Merak-Bakauheni untuk periode 12 Maret hingga 31 Maret 2026 mulai dibuka semalam, di mana penjualan tiket penyeberangan tersebut sempat ditutup sementara karena menunggu adanya stimulus dari pemerintah.
Sebelumnya, penjualan tiket penyeberangan Merak-Bakauheni periode 12 - 31 Maret 2026 sempat tak tersedia di aplikasi Ferizy. Padahal pada awal April 2026, tiket cukup tersedia. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale mengatakan penjualan tiket penyeberangan Merak-Bakauheni sempat ditutup sementara karena adanya kebijakan stimulus diskon tarif penyeberangan
"Tiket baru dibuka kembali tadi malam, karena masih menunggu dasar stimulus," katanya saat dihubungi CNBCÂ Indonesia.
Masyarakat diimbau untuk memesan tiket lebih awal melalui Ferizy yang dapat diakses sejak H-60, agar dapat menghindari antrean panjang saat periode puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026.
"Kami mengimbau agar masyarakat dapat memesan tiket lebih awal melalui Ferizy yang dapat diakses sejak H-60, dengan tiket terkirim lewat WhatsApp maupun email serta pembayaran digital, sehingga jadwal perjalanan dapat direncanakan lebih pasti sekaligus menghindari antrean panjang saat periode puncak," ujar Windy.
Sebelumnya, ASDP mengaku siap untuk mengawal layanan penyeberangan pada arus mudik dan balik Lebaran 2026, dengan mengoptimalkan berbagai langkah.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan kesiapan layanan dilakukan melalui penguatan armada, pelabuhan, sistem operasional, serta koordinasi intensif agar perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan tertib tanpa menghambat distribusi kendaraan maupun logistik.
"Kami sudah menyiagakan 75 kapal sesuai sesuai pengaturan operasional serta menambah dermaga ekspres menjadi dua unit guna mempercepat proses muat kendaraan tanpa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa," kata Heru dalam siaran persnya, dikutip Jumat (20/2/2026).
Untuk mendukung operasional, ASDP menyiagakan 1.197 personel di Merak dan 786 personel di Bakauheni guna memastikan pengaturan kendaraan, pelayanan penumpang, serta pengawasan keselamatan berjalan maksimal.
ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang angkutan Lebaran 2026 secara nasional mencapai sekitar 5,8 juta orang atau meningkat 9,4% dibanding periode sebelumnya. Sementara itu, pergerakan kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau naik 9,3 persen.
"Dengan kesiapan armada dan infrastruktur tersebut, kami optimistis layanan penyeberangan dapat menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memastikan konektivitas logistik tetap terjaga selama arus mudik dan balik Lebaran 2026," jelas Heru.
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi juga telah menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut mencapai 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan di 15 lintas penyeberangan.
"Khusus menuju Pelabuhan Merak, disiapkan lima titik utama delaying system yakni Rest Area KM 13 A, KM 43 A, KM 68 A, Cikuasa Atas untuk wilayah Merak, serta JLS Ciwandan untuk kawasan Pelabuhan Ciwandan," kata Dudy.
Selain itu, Kemenhub bersama pemangku kepentingan juga menyiapkan lima jalur penyeberangan sebagai contingency plan, yaitu Merak-Bakauheni, Ciwandan-PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan-Bakauheni, BBJ Bojonegara-BBJ Muara Pilu, serta PT Krakatau Bandar Samudera-Pelabuhan Panjang.
"Untuk Pelabuhan Ciwandan-Pelindo akan melayani kendaraan roda dua dan angkutan kendaraan kecil truk. Kemudian juga KBS (Krakatau Bandar Samudera), menjadi alternatif menuju Pelabuhan Panjang. Merak hanya melayani kendaraan pribadi dan bus, sementara Bojonegara melayani kendaraan truk besar. Strateginya adalah memecah arus dengan mengoptimalkan empat pelabuhan di wilayah Banten," ujar Dudy.
(haa/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]