MARKET DATA

Bos Agrinas Sebut Harga Pikap Impor Lebih Murah 50% dari Buatan Lokal

Redaksi,  CNBC Indonesia
20 February 2026 17:10
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) Joao Angelo De Sousa Mota. (CNBC Indonesia TV)
Foto: Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) Joao Angelo De Sousa Mota. (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - BUMN Pangan, PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) melakukan kontrak pengadaan sekitar 105.000 unit kendaraan niaga berupa pikap dan truk buatan pabrikan otomotif India. Sebanyak 35.000 unit akan dipasok oleh Mahindra & Mahindra (Mahindra), sedangkan 70.000 unit lainnya oleh Tata Motors lewat PT Tata Motors Distribusi Indonesia.

Truk dan pikap itu akan digunakan sebagai sarana dan prasarana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Seperti diketahui, Agrinas bersama TNI memang ditunjuk pemerintah untuk menjalankan percepatan pembangunan fasilitas fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Hingga saat ini, kata dia, sudah ada 30.597 unit KDKMP yang sedang dibangun. Sekitar 1.207 unit di antaranya sudah jadi 100%.

Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota mengakui, nilai total kontrak pengadaan itu mencapai Rp24,66 triliun. Nilai itu disebut bisa saja akan lebih besar jika menggunakan produksi dalam negeri.

Benarkah demikian?

Joao menjelaskan, dalam pembangunan pengadaan sarana dan prasarana KDKMP, pihaknya fokus menerapkan prinsip efisiensi, efektif, dan tepat guna. Termasuk dalam hal ini, pengadaan kendaraan untuk KDKMP. Hal itu, ujar dia, sebagai pelaksanaan amanah Presiden Prabowo Subianto.

Selain efisiensi, kata Joao, dalam pengadaan sarana dan prasarana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pihaknya menekankan prinsip fairness atau kewajaran/ keadilan.

Dalam hal ini, imbuh dia, mobil-mobil yang digunakan mampu dimanfaatkan secara maksimal dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat di desa-desa KDKMP. Mobil-mobil terbaik yang akan digunakan sebagai sarana logistik secara maksimal, teruji, dengan harga yang adil (fair).

"Kita pastikan, pada saat nanti, masyarakat akan memiliki harga yang paling fair untuk mereka. Karena fair itu sangat penting bagi masyarakat ke depan. Mereka akan memiliki pilihan lebih banyak, kita berikan masyarakat pilihan," katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (20/2/2026).

"Silahkan para produsen berkompetisi secara fair juga. Sehingga uang mereka (masyarakat) memberikan nilai yang maksimal terhadap produktif yang akan mereka dapat nanti," sambung Joao.

Alasan lain, jelas Joao, karena produksi lokal juga sudah habis.

"Jadi, bisa dibilang hampir semua produk nasional sudah habis. Dari Mitsubishi, dari Hino maupun dari Isuzu. Ketika mereka tidak bisa men-supply lagi baru kita datangkan dari Tata. Supaya tujuan kegiatan ini bisa juga tercapai," ungkapnya.

Lebih Murah 50%

Joao membenarkan, nilai kontrak pengadaan ini mencapai Rp24,66 triliun. Jika menggunakan kontrak dengan produsen lokal, Agrinas mengkaji, nilai itu diprediksi akan lebih besar.

Menurut Joao, 80-90% produksi karoseri yang ada di Indonesia sudah terserap untuk kebutuhan program KDKMP.

Meski begitu, lanjut dia, bukan berarti Agrinas akan menguasai seluruhnya, hingga mengganggu kebutuhan sarana logistik pelaku usaha lain di Indonesia. Dengan mengimpor 105.000 unit pikap dan truk, kata dia, akan memberi ruang bagi pelaku usaha lain tidak terganggu kegiatan usahanya.

"Betul, karena kami untuk pengadaan truk, kami sudah memberikan semua semaksimal mungkin kepada penyedia truk roda 6. Dengan melakukan impor ini, kita tidak menghilangkan atau tidak memutus mata rantai distribusi yang selama ini berjalan. Kita pastikan ke depan ini, distribusi untuk Koperasi Merah Putih akan berjalan dengan sempurna, berjalan dengan baik," katanya.

"Dan teman-teman yang selama ini melakukan kegiatan di bidang industri logistik itu pun tetap terdukung dengan fasilitas kendaraan-kendaraan yang sudah mampu kita produksi di sini," tambahnya.

Terkait harga, Joao mengaku masih terikat dalam perjanjian kerahasiaan (NDA) dengan para pemasok. Karena itu, dia tak dapat mengungkapkan detail harga pikap dan truk asal India yang akan dibeli tersebut.

"Kami mendatangkan NDA dengan perusahaan Mahindra maupun dengan Tata. Karena kita beli dalam bulk, dalam jumlah yang banyak, harganya hampir 50% lebih murah daripada produk 4x4 yang beredar sekarang di pasaran di Indonesia. Jadi itu yang menjadi salah satu patokan kami," ungkap Joao.

1 Koperasi 1 Unit

Joao mengungkapkan, nantinya pikap-truk itu akan dikirimkan 1 unit untuk setiap unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Sekarang sudah tiba, sudah kita distribusikan juga sebanyak 200, kemudian minggu depan akan tiba lagi 400. Dan sampai akhir bulan ini akan tiba 1000 unit. Kita akan terus segera langsung kita distribusikan ke tempat-tempat yang sudah siap maupun ke tempat-tempat yang belum siap," terangnya.

"Kita akan langsung taruh di Kodim-Kodim, sehingga ketika koperasinya sudah siap langsung kita lakukan mobilisasi ke Koperasi di mana kita akan bagikan. Setiap kooperasi akan dapat satu unit," pungkas Joao.

Kolase mobil pickup Mahindra Scorpio dan Tata Yodha. (Dok. Mahindra dan Tata)Foto: Kolase mobil pickup Mahindra Scorpio dan Tata Yodha. (Dok. Mahindra dan Tata)
Kolase mobil pickup Mahindra Scorpio dan Tata Yodha. (Dok. Mahindra dan Tata)

(dce/dce) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Penampakan Desain Gedung Koperasi Desa Merah Putih Senilai Rp1,6 M


Most Popular
Features