Ribuan warga Palestina dari berbagai kota di Tepi Barat tiba di sejumlah pos pemeriksaan Israel pada Jumat (20/2/2026) pagi dengan harapan dapat menunaikan salat Jumat pertama Ramadan di Masjid al-Aqsa, Yerusalem. Sejak dini hari, para jamaah telah memadati akses menuju kota suci tersebut, meski diwarnai pembatasan ketat dari otoritas Israel. (REUTERS/Mohammed Torokman)
Sejumlah jamaah mengaku tidak diizinkan melintas dan diminta kembali ke wilayah asal mereka. Mereka mengatakan pemeriksaan dilakukan secara ketat, dan hanya sebagian kecil yang memenuhi kriteria dapat melanjutkan perjalanan menuju Yerusalem Timur untuk beribadah di kompleks Al-Aqsa. (REUTERS/Mohammed Torokman)
Otoritas Israel menyatakan hanya akan mengizinkan hingga 10.000 warga Palestina dari Tepi Barat untuk menghadiri salat di Al-Aqsa selama Ramadan. Kebijakan ini diberlakukan seiring peningkatan penempatan pasukan keamanan di seluruh wilayah kota, terutama di titik-titik rawan dan jalur utama yang biasa dilalui jamaah. (REUTERS/Mussa Qawasma)
Polisi Israel mengatakan seluruh persiapan untuk Ramadan telah rampung. Ribuan personel, termasuk polisi dan polisi perbatasan, ditempatkan di Kota Tua Yerusalem, di sekitar lokasi-lokasi suci, serta di sepanjang rute yang digunakan para jamaah guna menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan ibadah. (REUTERS/Ammar Awad)
Sementara itu, COGAT badan militer Israel yang mengatur akses keluar-masuk Tepi Barat dan Gaza menyebutkan akses ke Yerusalem dibatasi maksimal 10.000 jamaah. Pria berusia 55 tahun ke atas dan perempuan 50 tahun ke atas memenuhi syarat untuk masuk, bersama anak-anak hingga usia 12 tahun yang didampingi kerabat tingkat pertama. (REUTERS/Ammar Awad)
Masjid al-Aqsa terletak di jantung Kota Tua Yerusalem. Bagi umat Islam, situs ini merupakan tempat suci ketiga setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Sementara bagi umat Yahudi, kawasan yang sama dikenal sebagai Bukit Bait Suci dan memiliki makna religius yang mendalam. (REUTERS/Mohammed Torokman)