RI-AS Sepakati Komitmen Dagang & Investasi US$ 38,4 Miliar

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Kamis, 19/02/2026 22:54 WIB
Foto: Humas Ekon

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menandai babak baru hubungan ekonomi bilateral kedua negara melalui Forum Bisnis Indonesia-Amerika Serikat (US-Indonesia Business Forum) yang menghasilkan total komitmen perdagangan dan investasi senilai US$ 38,4 miliar.

Forum yang digelar di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C. ini merupakan bagian strategis dari kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto dalam rangka The Inaugural Meeting of Board of Peace dan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) bersama Presiden AS Donald Trump.

Pada sesi acara roundtable, di depan para Pimpinan Perusahaan Amerika Serikat (AS) dan Asosiasi Usaha, Presiden Prabowo kembali menegaskan posisi Indonesia di mata AS.


"Bagi perusahaan-perusahaan Amerika, Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga basis produksi dan mitra strategis di Asia Tenggara. Skala kami sangat signifikan, demografi kami kuat, dan komitmen kami terhadap keterbukaan sangat kuat," kata Prabowo.

Sejalan dengan penegasan Presiden Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa capaian forum bisnis ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha AS terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Forum yang diinisiasi oleh U.S. Chamber of Commerce, US-ASEAN Business Council (US-ABC), dan US-Indonesia Society (USINDO) tersebut mempertemukan para CEO perusahaan-perusahaan utama AS dengan delegasi strategis Indonesia untuk mengunci komitmen konkret dan terukur.

Di sektor pertanian, Indonesia berhasil mengamankan komitmen perdagangan jangka menengah hingga panjang senilai US$ 4,5 miliar.

"Komitmen ini meyakinkan kepastian pasokan bahan baku strategis bagi industri pangan, pakan ternak, dan tekstil nasional, sekaligus memperkuat stabilitas harga dan ketahanan pangan domestik," ujar Airlangga.

Langkah ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan industri hilir nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar sekaligus mitra strategis yang kredibel, tegas Airlangga.

Adapun, di sektor industri, komitmen kerja sama mencakup penguatan kemitraan bisnis antara KADIN dan US-ABC, pengembangan ekosistem semikonduktor, industri daur ulang tekstil (shredded worn clothing), serta pengembangan kawasan industri berbasis teknologi hijau dan inisiatif kawasan perdagangan bebas transnasional.

Kemitraan di sektor semikonduktor menjadi tonggak strategis karena menempatkan Indonesia dalam peta rantai pasok teknologi global, termasuk rencana pembangunan fasilitas wafer dan pengembangan ekosistem industri terintegrasi. Kerja sama ini, kata Airlangga, mempercepat transformasi Indonesia dari sekadar pasar konsumsi menjadi basis produksi berteknologi tinggi dan bernilai tambah.

Kolaborasi tersebut juga memperluas akses pasar bagi produk manufaktur Indonesia, memperkuat daya saing industri padat karya, serta meningkatkan integrasi Indonesia dalam rantai pasok global Amerika Serikat.

Dengan demikian, secara keseluruhan, Forum Bisnis RI-AS 2026 menghasilkan total komitmen sebesar US$ 38,4 miliar, yang terdiri dari USD4,5 miliar di sektor pertanian dan sekitar US$ 33,9 miliar di sektor industri. Skala komitmen ini menunjukkan kedalaman kemitraan ekonomi yang semakin strategis, setara, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang kedua negara.

Lebih lanjut, Airlangga menegaskan bahwa melalui skema reciprocal trade, Indonesia tidak hanya membuka pasar, tetapi memastikan manfaat ekonomi yang nyata dan strategis bagi perekonomian nasional.

"Indonesia mendapatkan kepastian akses pasar, jaminan pasokan bahan baku strategis, serta investasi teknologi tinggi. Pada saat yang sama, Amerika Serikat memperoleh mitra produksi dan pasar yang stabil, kompetitif, dan semakin indispensable dalam rantai pasok globalnya," ujar Airlangga.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pengusaha RI-AS Teken Kerja Sama - Pejabat The Fed Tak Kompak