MARKET DATA
Internasional

Pujian Lengkap Trump ke Prabowo di Meeting Perdana Board of Peace AS

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
19 February 2026 22:43
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan "Dewan Perdamaian" selama pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada 22 Januari 2026. Presiden AS Donald Trump akan memamerkan "Dewan Perdamaian" barunya di Davos, Swiss, Kamis (22/01/2026). (AFP/ Fabrice Coffrini)
Foto: Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump (AFP/ Fabrice Coffrini)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji Presiden RI Prabowo Subianto saat menghadiri pertemuan pertama Board of Peace (Bop/Dewan Perdamaian) di Institute Perdamaian AS, di Washington, Kamis (19/2/2026) pagi waktu setempat. Hal ini terjadi saat Trump memperkenalkan sejumlah pemimpin dunia yang datang.

Saat memanggil Prabowo ia menyebutnya sebagai sosok yang ia sukai. Sejumlah hal baik diutarakannya kepada Prabowo dan Indonesia.

"Seorang pria yang sangat saya sukai, dia sangat gigih, aku tak mau melawannya," ujar Trump dalam siaran langsung pertemuan BoP.

"Presiden Prabowo dari Indonesia," katanya setelah itu.

Ia pun berterima kasih dengan kedatangan Prabowo. Ia pun mengatakan ia merupakan sosok yang besar.

"Berapa banyak orang yang ada di Indonesia? Dia (Prabowo) mengatakan 240 juta jiwa. Lalu saya katakan tidak-tidak, bisa katakan lagi?" tambah Trump.

"Ini (Indonesia) adalah negara besar yang Anda miliki, dan Anda melakukan pekerjaan yang besar dan sangat dihormati oleh semua orang," katanya lagi.

"Terima kasih sekali karena sudah ke sini".

Trump tak hanya sekali memuji RI dan Prabowo. Ia kembali memberikan pujian saat menyinggung bagaimana beberapa negara akan membantu menyumbangkan uang untuk perdamaian, di mana di antaranya menjanjikan bantuan pasukan untuk menjaga gencatan senjata.

"Kita harus memiliki perdamaian yang langgeng," ujarnya.

"Indonesia, terima kasih banyak, Indonesia. Itu negara yang hebat. Terima kasih banyak," sambung Trump sesudahnya.

"Lihat betapa tangguhnya dia (Prabowo). Menurutmu mudah berurusan dengannya? Lihat wajah itu, kamu memang tangguh," kata Trump lagi merujuk Prabowo.

"Dia tangguh dan cerdas. Dan, kecerdasan lebih penting."

Presiden AS Donald Trump berdiri bersama para pemimpin dunia yang berpartisipasi dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian AS di Washington, D.C., AS, 19 Februari 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)Foto: Presiden AS Donald Trump berdiri bersama para pemimpin dunia yang berpartisipasi dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian AS di Washington, D.C., AS, 19 Februari 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Perlu diketahui fokus utama pertemuan perdana Bop hari ini adalah rencana rekonstruksi untuk Gaza. Kantong Palestina itu sebagian besar telah hancur lebur akibat perang genosida Israel, yang didukung secara diplomatik dan dipersenjatai oleh AS.

Amerika diperkirakan akan mengumumkan dana sebesar US$5 miliar dari negara-negara anggota untuk apa yang Paman Sam sebut "upaya Kemanusiaan dan Rekonstruksi Gaza". Dewan juga diperkirakan akan membahas "Pasukan Stabilisasi Internasional" di Gaza, yang akan mengawasi wilayah tersebut.

Keberadaan Pasukan Stabilisasi Internasional sesuai dengan rencana 20 poin pemerintahan Trump untuk mengakhiri perang Israel di Jalur Gaza, yang diumumkan tahun lalu. Proposal ini mengusulkan gencatan senjata bertahap di Gaza, pelucutan senjata Hamas, dan pembentukan struktur pemerintahan teknokratis untuk mengelola wilayah Palestina selama periode transisi.

Hingga kini ada total 22 negara yang bergabung dengan Bop. Selain Indonesia dan AS negara lain tersebut antara lain Arab Saudi, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Bulgaria, El Salvador, Hungaria, Israel, Kazakstan, Kosovo.

Ada pula Mongolia, Maroko, Pakistan, dan Paraguai. Lalu Qatar, Turki, Uni Emirat Arab (UEA), Uzbekistan dan Yordania.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Puji Pidato Prabowo di PBB, Disebut Tegas-Sorot 'Gebrak Meja'


Most Popular
Features