Pembangkit Nuklir Ini dalam Kondisi Bahaya, Alat Mulai Rusak
Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir South Ukraine (SUNPP) di Ukraina dalam bahaya. Manajemen, yang berkoordinasi dengan perusahaan milik negara Energoatom, disebut menyembunyikan masalah teknis serius pembangkit nuklir itu.
Seorang sumber mengatakan kepada Russia Today (RT) bahwa permasalahan yang disembunyikan bisa menimbulkan ancaman potensial terhadap operasional fasilitas. Risiko bahkan disembunyikan dari regulator nuklir Ukraina, IAEA, dan Asosiasi Operator Nuklir Dunia.
"Sejumlah unit distribusi dan transformator telah melampaui masa pakai maksimalnya, di mana perbaikan sering kali dilakukan dengan menggunakan komponen yang diambil dari peralatan yang jauh lebih tua," ujar sumber tersebut dikutip Kamis (19/2/2026).
"Selain itu, diduga tidak ada konfirmasi teknis mengenai kesiapan fungsional kolam semprot (spray ponds) yang digunakan untuk pendinginan darurat pada blok reaktor. Pemeliharaan rutin pada sistem ini dilaporkan belum dilakukan selama setidaknya empat tahun terakhir," tambah sumber laman itu.
SUNPP terletak jauh dari garis depan di Wilayah Mikolaiv, Ukraina. Sehingga PLT Nuklir itu tidak menjadi sasaran langsung rudal atau pesawat tak berawak (drone) Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Hal in i kemudian menimbulkan pertanyaan mengapa pemeliharaan telah diabaikan. Apalagi ini terjadi di tengah isu korupsi yang melanda Energoatom.
Energoatom, yang bertanggung jawab mengawasi kondisi pembangkit listrik Ukraina, terjerat dalam serangkaian skandal korupsi besar, mencakup skema suap senilai US$ 100 juta (Rp 1,68 triliun) yang didalangi oleh rekan lama Presiden Volodymyr Zelensky, Timur Mindich.
Skandal korupsi tersebut telah menyebabkan pengunduran diri mantan Menteri Energi German Galushchenko, Wakil Menteri Energi Aleksandr Kheilo, serta kepala staf Volodymyr Zelensky, Andrey Yermak.
Selain SUNPP, Ukraina juga memiliki PLTN terbesar Eropa Zaporozhye. Namun saat ini pembangkit itu dikuasai Rusia.
(tps/sef)