Citra Satelit Ungkap Iran Diam-Diam Sudah Siap Perang Lawan Amerika
Jakarta, CNBC Indonesia - Citra satelit terbaru menunjukkan bahwa Iran kini diam-diam membangun "perisai beton" di atas fasilitas baru di lokasi militer dan menutupinya dengan tanah. Ini terjadi di tengah ketegangan akan meletusnya perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Mengutip Reuters, Kamis (19/2/2026), data 24 Januari memperlihatkan bagaimana Iran telah "mengubur pintu masuk terowongan" di lokasi nuklir yang dibom oleh AS selama perang 12 hari antara Israel dengan Iran tahun lalu. Israel juga memperkuat pintu masuk terowongan di dekat lokasi lain dan telah memperbaiki pangkalan rudal yang terkena dampak konflik tersebut.
Citra satelit tersebut juga memberikan gambaran sekilas tentang aktivitas Iran di beberapa lokasi vital lain, saat utusan Teheran dan Washington masih berupaya bernegosiasi tentang program nuklir Iran. AS sendiri melalui Presiden Donald Trump mengatakan akan mengedepankan pembicaraan meski mengancam tindakan militer jika hal itu gagal.
Berikut lima pergerakan Iran sebagaimana dimuat citra satelit:
1.Kompleks Militer Parchin
Lokasi kompleks militer Parchin berada sekitar 30 km (20 mil) tenggara Teheran. Kompleks ini adalah salah satu lokasi militer Iran yang paling sensitif.
Intelijen Barat telah mengindikasikan bahwa Teheran melakukan uji coba yang relevan dengan peledakan bom nuklir di sana lebih dari dua dekade lalu. Tapi, perlu diketahui, Iran selalu membantah tudingan mengembangkan senjata atom itu.
Parcin sempat menjadi sasaran serangan Israel di Oktober 2024. Citra satelit yang diambil sebelum dan sesudah serangan menunjukkan kerusakan luas pada bangunan persegi panjang di kompleks itu.
Namun rekonstruksi tampak dilakukan seperti tertangkap citra satelit 6 November 2024. Citra dari 12 Oktober 2025 juga menunjukkan perkembangan di lokasi tersebut, dengan kerangka struktur baru yang terlihat dan dua struktur yang lebih kecil di sebelahnya.
Kemajuan terlihat jelas dalam citra dari 14 November 2025. Dengan apa yang tampak seperti atap logam yang menutupi struktur besar tersebut.
Namun citra dari 13 Desember menunjukkan fasilitas tersebut sebagian tertutup. Pada 16 Februari, fasilitas tersebut sama sekali tidak terlihat, tersembunyi oleh apa yang menurut para ahli adalah struktur beton.
Institut Sains dan Keamanan Internasional (ISIS), dalam analisis citra satelit pada 22 Januari, menunjukkan kemajuan dalam pembangunan perisai "sarkofagus beton" di sekitar fasilitas yang baru dibangun di lokasi tersebut. ISIS kemudian mengidentifikasinya sebagai Taleghan 2.
Lembaga itu juga melaporkan pada bulan November bahwa citra satelit menunjukkan "konstruksi yang sedang berlangsung" dan "keberadaan sesuatu yang tampak menyerupai ruang silindris panjang". Ini diyakini mungkin bejana penampung bahan peledak tinggi, kemungkinan berukuran sekitar 36 meter panjang dan 12 meter diameter yang ditempatkan di dalam sebuah bangunan.
"Bejana penampung bahan peledak tinggi sangat penting untuk pengembangan senjata nuklir," ujar" lembaga tersebut.
"Tetapi juga dapat digunakan dalam banyak proses pengembangan senjata konvensional lainnya," tambahnya.
Hal sama juga dianalisis, seorang analis citra forensik dari Contested Ground, William Goodhind. Ia mengatakan "kemungkinan besar bangunan telah ditutupi dengan tanah untuk menyamarkan warna beton".
Dalam pernyataan lain, pendiri ISIS, David Albright, menulis di X. Bahwa Iran "menunda negosiasi untuk mendapatkan manfaat tertentu".
"Selama dua hingga tiga minggu terakhir, Iran sibuk mengubur fasilitas Taleghan 2 yang baru... Lebih banyak tanah tersedia dan fasilitas tersebut mungkin segera menjadi bunker yang sama sekali tidak dapat dikenali, memberikan perlindungan signifikan dari serangan udara," ujarnya.
2.Kompleks Nuklir Isfahan
Kompleks Isfahan adalah salah satu dari tiga pabrik pengayaan uranium Iran yang dibom oleh AS pada Juni 2025.
Selain fasilitas yang merupakan bagian dari siklus bahan bakar nuklir, Isfahan mencakup area bawah tanah tempat para diplomat mengatakan "sebagian besar uranium yang diperkaya Iran telah disimpan".
Masih merujuk laporan ISIS, 29 Januari, citra satelit yang diambil pada akhir bulan lalu menunjukkan ada upaya baru untuk mengubur dua pintu masuk terowongan di kompleks tersebut. Dalam pembaruan 9 Februari, ISIS mengatakan pintu masuk ketiga juga telah ditimbun dengan tanah, yang berarti semua pintu masuk ke kompleks terowongan sekarang "benar-benar terkubur".
"Pengurugan pintu masuk terowongan akan membantu meredam potensi serangan udara dan juga mempersulit akses darat dalam serangan pasukan khusus untuk merebut atau menghancurkan uranium yang sangat diperkaya yang mungkin disimpan di dalamnya," ujar ISIS melaporkan pada tanggal 9 Februari.
3.Gunung Pickaxe di Dekat Kompleks Natanz
ISIS juga telah melaporkan bahwa citra satelit menunjukkan ada upaya yang sedang berlangsung sejak 10 Februari untuk "memperkuat dan semakin memperkuat pertahanan" Iran di dua pintu masuk ke kompleks terowongan di bawah gunung sekitar 2 km (1,2 mil) dari Natanz. Kompleks Natanz juga menjadi lokasi yang menampung dua pabrik pengayaan uranium Iran lainnya.
"Citra menunjukkan aktivitas yang sedang berlangsung di seluruh kompleks terkait dengan upaya ini, yang melibatkan pergerakan banyak kendaraan, termasuk truk pengangkut, pengaduk semen, dan peralatan berat lainnya", tulis ISIS.
"Rencana Iran untuk fasilitas tersebut, yang disebut Gunung Pickaxe, masih belum jelas," tambahnya.
4.Pangkalan Rudal Shiraz Selatan
Pergerakan lain terlihat di 10 km selatan Pangkalan Militer Shiraz di Iran. Perlu diketahui, Shiraz adalah salah satu dari 25 pangkalan utama yang mampu meluncurkan rudal balistik jarak menengah, menurut Alma Research and Education Center, sebuah organisasi Israel.
Alma menilai situs tersebut mengalami kerusakan ringan di permukaan tanah dalam perang tahun lalu.Perbandingan gambar yang diambil pada 3 Juli 2025 dan 30 Januari menunjukkan upaya rekonstruksi dan pembersihan.
(sef/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]