FOTO Internasional

Negara Chaos, Seruan Gulingkan Rezim Menggema di Jalanan

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 19/02/2026 13:00 WIB

Ribuan demonstran anti-pemerintah di Beograd, Serbia, menuntut pemilu dini. Mereka meneriakkan seruan pengguilingan rezim saat ini.

1/6 Para pengunjuk rasa melemparkan suar ke arah polisi selama demonstrasi menentang pembangunan proyek akuarium yang menurut mereka akan merusak taman umum, di Belgrade, Serbia, 17 Februari 2026. (REUTERS/Zorana Jevtic)

Ribuan demonstran anti-pemerintah yang dipimpin mahasiswa berkumpul di ibu kota Serbia, Beograd, pada Selasa lalu, menuntut pemilihan umum dini serta pertanggungjawaban atas kekerasan yang pecah sehari sebelumnya di wilayah utara negara itu. (REUTERS/Zorana Jevtic)

2/6 Para pengunjuk rasa melemparkan suar ke arah polisi selama demonstrasi menentang pembangunan proyek akuarium yang menurut mereka akan merusak taman umum, di Belgrade, Serbia, 17 Februari 2026. (REUTERS/Zorana Jevtic)

Gelombang protes anti-korupsi yang dipimpin mahasiswa secara nasional telah berlangsung sejak 2024. Aksi ini dipicu runtuhnya atap stasiun kereta di kota Novi Sad, Serbia utara, yang menewaskan 16 orang dan mengguncang pemerintahan Presiden Aleksandar Vucic. (REUTERS/Zorana Jevtic)

3/6 Para pengunjuk rasa melemparkan suar ke arah polisi selama demonstrasi menentang pembangunan proyek akuarium yang menurut mereka akan merusak taman umum, di Belgrade, Serbia, 17 Februari 2026. (REUTERS/Zorana Jevtic)

Pada Senin di Novi Sad, sejumlah demonstran anti-pemerintah terluka dalam bentrokan dengan pendukung Vucic. Kerusuhan terjadi setelah demonstran berupaya menghalangi acara yang diselenggarakan pemerintah untuk memperingati 200 tahun lembaga budaya tertua Serbia. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

4/6 Para pengunjuk rasa melemparkan suar ke arah polisi selama demonstrasi menentang pembangunan proyek akuarium yang menurut mereka akan merusak taman umum, di Belgrade, Serbia, 17 Februari 2026. (REUTERS/Zorana Jevtic)

Di Beograd, demonstrasi juga berlangsung di kawasan Novi Beograd. Para pengunjuk rasa melemparkan suar ke arah polisi di lokasi yang sebelumnya menjadi pusat protes menentang pembangunan akuarium yang dinilai akan merusak taman umum. (REUTERS/Zorana Jevtic)

5/6 Para pengunjuk rasa melemparkan suar ke arah polisi selama demonstrasi menentang pembangunan proyek akuarium yang menurut mereka akan merusak taman umum, di Belgrade, Serbia, 17 Februari 2026. (REUTERS/Zorana Jevtic)

Para demonstran dan pengawas hak asasi manusia menuduh polisi menggunakan kekerasan berlebihan. Mereka juga menilai pemerintah melakukan tekanan terhadap kebebasan media serta menargetkan lawan-lawan politik. (REUTERS/Zorana Jevtic)

6/6 Para pengunjuk rasa melemparkan suar ke arah polisi selama demonstrasi menentang pembangunan proyek akuarium yang menurut mereka akan merusak taman umum, di Belgrade, Serbia, 17 Februari 2026. (REUTERS/Zorana Jevtic)

Uni Eropa, yang memulai pembicaraan keanggotaan dengan Serbia sejak 2014, mengkritik dugaan tindakan represif aparat. UE menegaskan Beograd harus memperkuat supremasi hukum dan mengatasi korupsi serta kejahatan terorganisir jika ingin bergabung dengan blok tersebut. (REUTERS/Zorana Jevtic)