Sah! Surabaya Bakal Punya KRL, Ini Rutenya

Wiji Nur Hayat, CNBC Indonesia
Rabu, 18/02/2026 15:50 WIB
Foto: Commuter Line melintas di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Iindonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah melalui masa studi kelayakan dan peninjauan yang panjang, proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) secara resmi dimulai pada Jumat lalu (13/2/2026). Hal ini dilakukan pada Kickoff Meeting Railway Design Consultant (RDC) SRRL Phase I yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan bersama Bank Pembangunan Jerman (KfW) dan Chodai Co. Ltd sebagai konsultan desain, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Plt. Direktur Prasarana Perkeretaapian Catur Wibisono mengungkapkan, proyek SRRL ini cukup kompleks karena menangani banyak hal sekaligus.

"Semua hal prinsipal baik utilitas, fasilitas, heritage seperti di Stasiun Gubeng, maupun keselamatan di perlintasan harus didesain secara mendalam," ungkap Catur dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/2/2026).


Catur juga menyatakan bahwa kolaborasi intens dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menjadi langkah konkret dalam pembangunan SRRL yang rencananya akan dimulai 2027 nanti.

"Kami telah bekerja sama dengan KfW sebelumnya pada lintas operasi KRL Solo-Yogya. Harapannya, semua hal termasuk ruang bebas ini dapat ditangani dengan kolaborasi baik kita," tambahnya.

Foto: Commuter Line melintas di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Iindonesia/Muhammad Sabki)
Commuter Line melintas di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Iindonesia/Muhammad Sabki)

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak juga sangat mengapresiasi hal ini. Menurutnya, SRRL merupakan pekerjaan yang akan sangat kompleks, karena dikerjakan tanpa mengganggu perjalanan kereta api.

"Ini sudah bukan wacana lagi. Semua akan dirancang detail baik kelistrikannya, melewati jembatan seperti apa, kemudian akan jadi dasar untuk ditenderkan ke konstruksinya," katanya.

Selain itu, Emil menambahkan bahwa dana sebesar 230 juta Euro juga telah tersedia dan siap untuk dikerjakan.

"Tentunya membutuhkan atensi khusus karena SRRL ini akan dikerjakan bersama dan beriringan dengan Jalur Ganda Sepanjang Wonokromo yang juga akan dibangun oleh DJKA," ujar Emil.

SRRL Fase I-A akan menghubungkan antara Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Sidoarjo dengan konstruksi jalur Kereta Rel Listrik (KRL). Rencananya, Depo Sidotopo juga akan dipersiapkan untuk Depo KRL pada SRRL ini. SRRL diharapkan dapat menjadi solusi kemacetan di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo pada pagi dan sore hari.


(wur/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Nego Tarif Dagang Dengan Trump, RI Tawarkan Impor Minyak USD 15 Miliar