MARKET DATA
Rakor Bencana Sumatra

Menkes BGS: Seluruh Rumah Sakit & Puskesmas Sudah Beroperasi Lagi

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
18 February 2026 13:18
Menkes Budi Gunadi Sadikin alam rapat Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026). (Tangkapan layar youtube TV Parlemen)
Foto: Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Koordinasi Pemulihan Pascabencana Sumatera di Ruang Pustaka Loka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026). (Tangkapan layar YouTube TV Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan seluruh rumah sakit dan puskesmas yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sudah beroperasi kembali. Namun, dia mengaku membutuhkan banyak dana untuk renovasi rumah tenaga kesehatan hingga perbaikan fasilitas kesehatan lainnya.



Pengakuan itu disampaikan BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, dalam Rapat Koordinasi Pemulihan Pascabencana Sumatera di Ruang Pustaka Loka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

"Jadi memang kami summary-nya ada dua yang kami butuh support-nya. Alhamdulillah seluruh rumah sakit, seluruh puskesmas, sudah beroperasi sekarang. Kita tinggal 21 pustu (puskesmas pembantu) dari ribuan fasilitas kesehatan," katanya.

Mengutip data Kementerian Kesehatan, dari 87 RSUD, sebanyak sembilan berhenti beropasi: 8 di Aceh, satu di Sumatra Utara (1 Desember 2025). Saat ini seluruh RSUD telah beroperasi normal.

Kemudian, dari 867 puskesmas terdampai, sebanyak 152 berhenti beroperasi (1 Desember 2025). Per 13 Februari 2026, seluruh puskesmas telah beroperasi normal. Sementara terkait status pustu, sebanyak 2.522 terdampak serta 21 pustu belum beroperasi dalam gedung (per 17 Februari 2026).

Menurut BGS, sebanyak lebih dari 8.800 rumah nakes terdampak bencana. Datanya telah diverifikasi oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.

"Tinggal dicairkan dana renovasinya. Itu butuh percepatan dari 8.875 rumah nakes yang rusak, itu agar bisa dibayar sebelum Lebaran kalau bisa. Ini sekarang sudah berjalan memang progresnya tapi butuh percepatan," ujar BGS.

Kedua, menurut dia, Kemenkes berencana memperbaiki ribuan faskes agar pulih 100% per akhir Maret. Kebutuhan dananya mencapai Rp 529,3 miliar.

"Surat permohonannya sudah kita sampaikan tanggal 20 Januari 2026 dan kita mohon percepatan saja persetujuannya," kata BGS seraya menyebut suratnya telah diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Menanggapi permintaan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bilang, kebutuhan anggaran yang disampaikan BGS bisa dimasukkan sebagai anggaran belanja tambahan kementerian/lembaga untuk satgas.

"Jadi tinggal dimasukkan ke sana aja, prosedurnya seperti itu ke Bappenas, ke tim satgas, ya sudah keluar," ujar Purbaya.

Menurut dia, dana yang dialokasikan pemerintah untuk penanganan bencana sebesar Rp 50 triliun hingga Rp 60 triliun masih tersisa banyak.

"Apalagi kita lihat PU dibagi empat tahun pencairan. Jadi untuk tahun ini sih aman jadi tinggal ikuti prosedur yang ada. Jadi untuk semua K/L sama prosedurnya, masuk ke satgas aja pak," kata Purbaya.

"Yang tentunya tadi katanya mesti diatur oleh Bappenas. Jadi kalau bisa Bappenasnya diketok-ketok sedikit biar kerja lebih cepat. Kalau saya sih tinggal bayar," lanjutnya.

(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Perintah Prabowo ke Menkes: Setiap Kabupaten Harus Ada RS Modern


Most Popular
Features