Pemukim Israel Bakar Al-Qur'an Jelang Ramadan di Yerusalem
Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pemukim ekstremis Israel tertangkap kamera melakukan aksi pembakaran kitab suci umat Islam, Al-Qur'an, di sebuah lokasi yang tidak disebutkan di Yerusalem. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari sebelum dimulainya bulan suci Ramadan.
Anggota Knesset dari kalangan Arab, Ahmad Tibi, mengunggah video tersebut melalui platform media sosial X untuk menarik perhatian publik internasional. Tibi memberikan kecaman keras terhadap pelaku yang melakukan tindakan provokatif tersebut secara terbuka tanpa menutup identitasnya.
"Seorang aktivis Zionis religius dari kalangan neo-Nazi membakar Al-Qur'an dengan wajah terbuka," ujar Ahmad Tibi dalam unggahannya di media sosial X sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu Agency pada Selasa (17/2/2026) waktu setempat.
Tibi menyatakan keprihatinannya terhadap standar penegakan hukum yang berlaku di wilayah tersebut. Ia menilai bahwa latar belakang identitas pelaku seringkali menjadi penghalang bagi terciptanya keadilan dalam kasus-kasus penodaan agama.
"Dia (ekstremis Israel tersebut) tidak akan dihukum karena dia adalah orang Yahudi," tegas Tibi dalam pernyataan lanjutannya.
Dalam rekaman video yang dibagikan oleh Tibi, pemukim ilegal tersebut terdengar mengeluarkan pernyataan provokatif sambil menunjukkan proses pembakaran kitab suci tersebut. Pelaku secara spesifik menyebutkan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perayaan atas penghancuran teks suci umat Muslim.
"Apa yang terjadi? Kami di sini sekarang merayakan dan membakar kitab yang sangat suci bagi umat Islam, surah demi surah, semua surah. Selamat untuk kita," kata pemukim Israel tersebut dalam cuplikan video tersebut.
Sambil terus membiarkan api melalap lembaran-lembaran Al-Qur'an, pria yang tidak disebutkan namanya itu mengeklaim bahwa tindakannya merupakan bagian dari upaya menyingkirkan apa yang ia sebut sebagai kejahatan. Ia menambahkan komentar sarkastis mengenai pandangannya terhadap kitab suci tersebut.
"Rakyat Israel sedang melenyapkan kejahatan. Selamat untuk kita. Saya benar-benar menghargai Al-Qur'an, tetapi hanya jika kondisinya seperti ini (terbakar)," ucap pemukim tersebut di hadapan kamera.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar atau pernyataan resmi dari Pemerintah Israel maupun kelompok-kelompok Yahudi terkait insiden pembakaran ini.
(tps/luc) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]