Dari pantauan udara, sejumlah jalan terlihat tergenang akibat meluapnya Sungai Garonne di Cadillac-sur-Garonne, departemen Gironde, setelah hujan berbulan-bulan memicu banjir di wilayah barat Prancis, Selasa (17/2/2026). Pada hari yang sama, Prancis menetapkan status siaga tinggi banjir di sejumlah daerah, menyusul terendamnya beberapa kota di bagian barat dan barat daya akibat kenaikan debit sungai. Banjir diperkirakan surut secara bertahap dalam beberapa hari ke depan. (REUTERS/Antony Paone)
Layanan cuaca Meteo France mempertahankan status siaga merah atau peringatan tertinggi untuk banjir di tiga departemen, yakni Lot-et-Garonne, Gironde wilayah yang mencakup kota Bordeaux serta Maine-et-Loire di sekitar kota Angers. (REUTERS/Stephane Mahe)
Di dua departemen barat daya, Gironde dan Lot-et-Garonne, hampir 1.600 orang telah dievakuasi setelah Sungai Garonne meluap sejak pekan lalu. Luapan sungai tersebut dipicu oleh Badai Nils yang membawa curah hujan lebat ke wilayah tersebut. (REUTERS/Antony Paone)
Dampak banjir dirasakan luas, termasuk bagi sektor usaha. Seorang agen real estat di Cadillac-sur-Garonne, Gironde, Florence Rajoie-Gauthier, menggambarkan situasi yang dialami warga setempat. “Ini agak bencana, terutama bagi pemilik bisnis, bagi semua orang yang terkena dampaknya. Saya pikir ada kerusakan yang cukup besar di kota dan di kota-kota sekitarnya, jadi ya, sedih melihat ini,” ujarnya. (REUTERS/Antony Paone)
Selain tiga wilayah yang berstatus siaga merah, Meteo France juga menetapkan status siaga oranye untuk banjir di 14 departemen lainnya pada Selasa. Meteo France memperingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi berlanjut. Peringatan merah tetap diberlakukan sebagai langkah antisipasi untuk Rabu (18/2/2026), ketika hujan tambahan diperkirakan kembali mengguyur wilayah barat Prancis. (REUTERS/Antony Paone)