MARKET DATA

Kemenhub Sorot Tiket Pesawat Domestik via Transit Luar Negeri

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
28 February 2026 10:00
Sejumlah pesawat dari berbagai maskapai penerbangan di pelataran pesawat Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/1/2018)
Foto: Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mendorong agar praktik penjualan tiket pesawat oleh Online Travel Agent (OTA) diperketat bahkan dilarang, khususnya untuk rute domestik yang diputar terlebih dahulu ke luar negeri. Praktik ini dinilai menimbulkan kebingungan publik sekaligus berpotensi melanggar aturan kabotase penerbangan.

Direktur Angkutan Udara Kemenhub Agustinus Budi Hartono menjelaskan, pada dasarnya transit bukanlah persoalan selama masih berada di wilayah Indonesia. Permasalahan muncul ketika rute penerbangan dalam negeri justru "dibawa keluar" lebih dulu dalam satu tiket perjalanan.

"Sebenarnya untuk transit di dalam negeri tidak apa-apa, tapi transit ke luar negeri dengan hanya satu tiket yang perlu diatur. Masyarakat sering hanya melihat harga di tampilan awal, misalnya rute Makassar-Jakarta tiba-tiba terlihat Rp4-5 juta. Padahal setelah diklik, ternyata penerbangannya transit dulu, misalnya ke Surabaya. Itu sebenarnya tidak masalah selama masih di dalam negeri," ujar Agustinus kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu dikutip Sabtu (28/2/2026).

Ia menilai kesalahpahaman publik kerap dipicu tampilan harga awal di aplikasi OTA yang tidak langsung menunjukkan detail rute. Situasi ini membuat masyarakat mengira tiket mahal, padahal rutenya tidak langsung dan melibatkan transit tambahan.

Menurutnya, yang menjadi pelanggaran adalah ketika rute domestik dijual dalam satu tiket tetapi memutar ke luar negeri lebih dulu sebelum kembali ke tujuan dalam negeri.

"Yang tidak diperkenankan adalah jika rute domestik diputar ke luar negeri terlebih dahulu, misalnya Cengkareng-Medan tapi transit ke Malaysia dulu dengan satu tiket. Itu melanggar aturan kabotase dan tidak boleh," tegasnya.

Sejumlah pesawat dari berbagai maskapai penerbangan di pelataran pesawat Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/1/2018)Foto: Muhammad Sabki
Sejumlah pesawat dari berbagai maskapai penerbangan di pelataran pesawat Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/1/2018)

Kemenhub mengaku telah berulang kali menyampaikan hal ini kepada OTA maupun Kementerian Pariwisata. Algoritma sistem penjualan tiket dinilai kadang menampilkan kombinasi rute yang tidak wajar sehingga membingungkan calon penumpang.

"Kalau memang ingin dijual ke luar negeri, seharusnya tiketnya dipisah. Misalnya Cengkareng-Kuala Lumpur tiket sendiri, lalu Kuala Lumpur-Medan tiket sendiri. Jangan dijual seolah-olah rute langsung tapi diputar dulu ke luar negeri," kata Agustinus.

Di sisi lain, pemerintah juga menyoroti lonjakan harga tiket yang sering terjadi saat musim ramai seperti libur Natal dan Tahun Baru atau Lebaran. Menurut Agustinus, ada sejumlah faktor yang mendorong kenaikan biaya operasional maskapai, sementara regulasi tarif belum banyak berubah.

"Peak season harga terlihat mahal karena kurs dolar, harga avtur, dan biaya operasional naik, sementara TBA sejak 2019 belum berubah. Dulu perhitungan TBA memakai kurs sekitar Rp14.100 per dolar AS, sekarang sudah jauh lebih tinggi. Avtur juga dulu sekitar Rp10.000, sekarang naik. Wajar jika biaya operasional pesawat meningkat," jelasnya.

Soal ketersediaan kursi, dalam banyak kasus ketika peak seasom, kursi penerbangan memang sudah hampir habis sehingga harga yang tersisa terlihat tinggi. Pemerintah, sudah meminta maskapai menambah penerbangan tambahan saat periode sibuk, namun keputusan penambahan kursi atau extra flight tetap berada di tangan maskapai.

"Kami sudah meminta maskapai menambah extra flight. Natal kemarin kami keluarkan lebih dari seribu extra flight domestik dan internasional. Tapi maskapai juga mempertimbangkan operasional, karena bisa saja penerbangan pergi penuh tapi pulangnya kosong dan merugi," ujarnya.

(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tidak Semua Penerbangan Kena Diskon Harga Tiket Pesawat, Cuma Rute Ini


Most Popular
Features