Tol Trans Jawa Tembus Kediri dan Tulungagung, Begini Kabar Terbarunya

Wiji Nur Hayat, CNBC Indonesia
Sabtu, 28/02/2026 09:00 WIB
Foto: Peta Trase Jalan dan Pembagian Seksi Jalan Tol Kediri-Tulungagung. (Sosial Media X @pupr_bpjt)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memacu pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung di Jawa Timur. Proyek strategis nasional ini dirancang khusus untuk mempercepat konektivitas menuju Bandara Dhoho Kediri serta memperkuat integrasi ekonomi di wilayah Jawa Timur bagian selatan.

Jalan tol yang memiliki total panjang 44,17 kilometer ini terdiri dari dua bagian utama, yakni jalur utama (Main Road) sepanjang 37,35 kilometer dan akses khusus menuju Bandara Dhoho sepanjang 6,82 kilometer. Kehadiran tol ini diharapkan menjadi tulang punggung transportasi yang menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di sekitar Kediri dan Tulungagung.

Berdasarkan data terbaru dari BPJT, progres konstruksi saat ini difokuskan pada akses Bandara Dhoho Kediri. Pengerjaan dibagi menjadi dua seksi utama, di mana Seksi 1 (Sta 3+400 - Sta 6+820) telah mencapai progres fisik sebesar 57,25%. Sementara itu, Seksi 2 (Sta 0+000 - Sta 3+400) mencatatkan kemajuan konstruksi di angka 42,62%.


Pihak BPJT menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan langkah krusial untuk mendukung operasional bandara baru di Kediri tersebut.

"Progress pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung terus berjalan sebagai bagian dari upaya mendukung akses menuju Bandara Dhoho Kediri. Ruas tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah Jawa Timur serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan," tulis manajemen BPJT dalam keterangan di akun Instagram resminya, dikutip Sabtu (28/2/2025).

Di sisi lain, untuk ruas Main Road Tol Kediri-Tulungagung yang membentang sepanjang 37,35 kilometer, saat ini statusnya masih dalam tahap pembebasan lahan. Ruas ini terbagi menjadi Seksi 1 (Sta 0+000 - Sta 16+500) dan Seksi 2 (Sta 16+500 - Sta 37+350). Pemerintah menargetkan pembebasan lahan dapat berjalan sesuai jadwal guna mempercepat dimulainya tahap konstruksi fisik secara menyeluruh.

"Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung membuka akses dan mempercepat pembangunan di kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta lingkar Wilis dan Lintas Selatan. Ruas ini juga terhubung langsung dengan Bandara Dhoho sehingga meningkatkan konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah," tambah pihak BPJT dalam unggahan yang sama.

Secara teknis, tol ini merupakan kelanjutan dari Jalan Tol Kertosono-Kediri. Dengan terintegrasinya ruas-ruas tol tersebut, waktu tempuh antar wilayah di Jawa Timur dipastikan akan terpangkas signifikan. Hal ini tidak hanya menguntungkan sektor logistik dan industri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di wilayah Lingkar Wilis.

Keberadaan Tol Kediri-Tulungagung diprediksi akan mengubah lanskap ekonomi di Jawa Timur bagian selatan yang selama ini memiliki tantangan dalam aksesibilitas. Dengan adanya akses langsung ke bandara, mobilitas orang dan barang akan jauh lebih efisien, sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional.

Hingga saat ini, alat berat dan pekerja konstruksi terus dikerahkan di lapangan untuk menyelesaikan pilar-pilar jembatan dan pengurukan lahan di area akses bandara. Pemerintah optimistis bahwa sinergi antara pembangunan infrastruktur jalan tol dan transportasi udara ini akan menciptakan multiplier effect bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.


(wur/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Enam Ruas Tol Ini Bakal Dibuka Gratis di Mudik Lebaran 2026