Gambar yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada Senin 16/2, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memimpin upacara penyelesaian pembangunan distrik perumahan baru di Pyongyang untuk keluarga tentara yang gugur dalam operasi militer di luar negeri. (KCNA via REUTERS)
Kim memimpin seremoni penyelesaian pembangunan dengan menekankan makna emosional di balik proyek itu. (KCNA via REUTERS)
Dalam pidatonya, Kim menyatakan bahwa kawasan baru itu melambangkan “semangat dan pengorbanan” para prajurit yang telah gugur. (KCNA via REUTERS)
Ia menegaskan bahwa rumah-rumah tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kehormatan dan pengakuan negara. Hunian itu, katanya, dimaksudkan agar keluarga yang ditinggalkan dapat tetap berbangga terhadap putra dan suami mereka, sekaligus menjalani kehidupan yang layak dan bahagia. (KCNA via REUTERS)
Dilansir Reuters, proyek ini juga menjadi bagian dari narasi resmi negara yang menonjolkan perhatian terhadap kesejahteraan keluarga militer, sekaligus memperkuat pesan tentang loyalitas dan pengabdian kepada negara. (KCNA via REUTERS)
Keluarga yang hadir tampak dengan wajah haru, menyaksikan peresmian hunian yang disebut sebagai bentuk penghargaan negara atas pengorbanan orang-orang tercinta mereka.(KCNA via REUTERS)