MARKET DATA

Prabowo Sebut Dulu Jenderal TNI Dituduh Penjahat Perang-Pelanggar HAM

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
13 February 2026 13:18
Presiden RI, Prabowo Subianto dalam acara Peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan serta Groundbreaking 107 SPPG Polri,13/2/26. (Tangkapan Layar Youtube/Biro Pers Sekretariat RI)
Foto: Prabowo Subianto saat hadir dalam acara peresmian dan groundbreaking 1.179 SPPG Polri dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). (Tangkapan Layar YouTube Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersabar melihat derasnya kritikan dari masyarakat. Dia juga bercerita hal itu sempat terjadi kepada instansi Tentara Nasional Indonesia (TNI).



Prabowo meminta kepolisan untuk memahami kritikan yang menjadi bagian dari risiko profesi. Ia bercerita pada dahulu, perwira-perwira tinggi dari TNI mendapatkan makian hingga tuduhan.

"Saya tahu saudara-saudara, polisi banyak jadi sasaran, itu risiko. TNI juga dulu jadi sasaran. Jenderal-jenderal kita yang paling hebat, paling jago, ya kan, dimaki-maki, dituduh-tuduh penjahat perang, dituduh melanggar HAM," kata Prabowo saat hadir dalam acara peresmian dan groundbreaking 1.179 SPPG Polri dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Padahal, menurut Prabowo, TNI tidak pernah merugikan rakyat.

"Rasanya TNI nggak pernah ngebom rumah sakit selama sejarahnya TNI, rasanya TNI nggak pernah bom panti asuhan, rasanya TNI nggak pernah bom sekolah, nggak pernah bom gereja atau masjid," ujarnya.

(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo: Jangan Pernah Mengkhianati Bangsa, Negara, dan Rakyat


Most Popular
Features