MARKET DATA
Internasional

Geger Pelecehan Seksual Anak di Gereja AS, Ada 1100 Gugatan

tfa,  CNBC Indonesia
13 February 2026 16:30
Foto yang diambil pada 4 Agustus 2023 ini menunjukkan instalasi seni 'Shattered Souls ... in a Sea of Silence' karya seniman Jerman Dennis Josef Meseg di depan Katedral Cologne, Jerman bagian barat. Dengan instalasinya, sang seniman ingin membuat publik sadar akan tangisan putus asa dan hening dari anak-anak yang dilecehkan untuk keadilan bagi jiwa mereka yang dianiaya. 333 manekin kecil, terbungkus warna kepolosan dan Kuria, akan dipajang hingga 6 Agustus pada kesempatan Hari Pemuda Sedunia di depan Katedral. Lebih dari setengah juta orang di Jerman meninggalkan Gereja Katolik pada tahun 2022, konferensi uskup negara itu telah mengumumkan pada bulan Juni, melampaui rekor yang dibuat pada tahun 2021 di tengah skandal pelecehan seksual yang merajalela. Gereja Katolik Jerman telah diguncang oleh serangkaian tuduhan panjang tentang pendeta predator yang menganiaya anak-anak dan remaja di jemaat mereka. (Photo by Bernd Lauter / AFP)
Foto: Ilustrasi (AFP/BERND LAUTER)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gereja Katolik di Amerika Serikat (AS) tengah menyiapkan langkah penyelesaian global untuk menangani sekitar 1.100 gugatan pelecehan seksual terhadap anak. Upaya ini ditempuh guna menghindari proses pengadilan yang panjang serta mengurangi tekanan emosional bagi para korban.

Langkah tersebut disampaikan Keuskupan Katolik Roma Brooklyn melalui surat resmi yang ditandatangani Uskup Robert Brennan. Dalam surat itu, Brennan menyatakan keuskupan akan mulai menyisihkan dana dalam jumlah besar demi memberikan kompensasi kepada para korban.

"Proses pengumpulan dana ini melibatkan pilihan keuangan yang sulit, tetapi keuskupan berkomitmen untuk memberikan kompensasi yang adil kepada semua klaim yang layak," tulis Brennan, seperti dikutip RT, Jumat (14/2/2026).

Ia menambahkan, para kuasa hukum korban juga sepakat bahwa penyelesaian di luar pengadilan akan menghemat waktu dan biaya. Sekaligus menghindari tekanan emosional yang berpotensi timbul dari persidangan individual.

Sejauh ini, Keuskupan Brooklyn telah membayarkan lebih dari US$100 juta (sekitar Rp1,6 triliun) kepada lebih dari 500 korban melalui Program Rekonsiliasi dan Kompensasi Independen yang dimulai sejak 2017. Brennan menegaskan, dana kompensasi tersebut tidak berasal dari sumbangan umat paroki.

Namun demikian, penyelesaian global atas 1.100 gugatan yang tersisa diperkirakan akan menjadi beban finansial besar. Keuskupan disebut berpotensi menjual sejumlah aset properti untuk menghimpun dana yang nilainya dapat mencapai ratusan juta dolar AS.

Keuskupan Katolik Brooklyn sendiri melayani sekitar 1,3 juta umat Katolik di wilayah Brooklyn dan Queens, New York. Mayoritas gugatan yang diajukan berkaitan dengan dugaan kasus pelecehan yang terjadi pada dekade 1960-an dan 1970-an.

Langkah ini mengikuti kesepakatan serupa yang sebelumnya ditempuh oleh Keuskupan Agung New York, yang pada Desember lalu sepakat membayar US$300 juta atau sekitar Rp4,8 triliun untuk menyelesaikan sekitar 1.300 gugatan pelecehan seksual.

(tfa/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Skandal Gereja Italia, 4.400 Orang Jadi Korban Pelecehan Pastor


Most Popular
Features