Video

Video: Ketahanan Energi, PHE Gali Cadangan Migas Hingga Luar Negeri

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
13 February 2026 10:48

Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah RI terus mendorong langkah penguatan kedaulatan, ketahanan, dan swasembada energi nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka khususnya pada poin ketahanan energi dan ketahanan pangan.

Direktur Manajemen Risiko Pertamina Hulu Energi (PHE), Whisnu Bahriansyah memastikan komitmen PHE sebagai Subholding hulu migas PT Pertamina (Persero) untuk mendorong eksplorasi dan produksi migas nasional untuk mendukung swasembada energi nasional menuju ketahanan energi RI.

PHE dalam memperkuat ketahanan energi dilakukan dari 3 sisi melalui konsep Energy Trilemma yakni meningkatkan energy security (ketahanan), energy equity (keadilan/aksesibilitas) dan Environmental Sustainability (Keberlanjutan).

Upaya ini dilakukan PHE lewat 2 strategi utama yakni meningkatkan bisnis yang sudah ada dengan meningkatkan cadangan migas yang ada baik di dalam maupun di luar negeri serta memaksimalkan produksi migas. Selanjutnya PHE juga mengembangkan bisnis rendah karbon lewat teknologi Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) serta mengembangkan eksplorasi geological hydrogen (hidrogen alami/putih) sebagai sumber energi bersih baru.

Di 2025, PHE melakukan pengembangan 9 Wilayah Kerja Operasi yakni East Natuna, Mahakam, Bunga, Melati, North Ketapang, Binaya, Lavender, Buaran dan SK 510 di Malaysia yang ditujukan untuk menambah dan mempertahankan cadangan migas agar dapat terus beroperasi. Saat ini produksi migas PHE di 2025 tercatat sebesar 557.000 barrel of oil per day (BOPD) minyak mentah dan 2,7 miliar kaki kubik gas per hari (BCFD).

Seperti apa peran PHE dalam mendorong produksi migas menuju ketahanan energi sekaligus mendukung transisi energi? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Direktur Manajemen Risiko Pertamina Hulu Energi (PHE), Whisnu Bahriansyah dalam Squawk Box CNBC Indonesia (Jum'at, 13/02/2026)