Daihatsu Teropong Kondisi Ekonomi RI, Sinyal Jualan Mobil Bakal Mulus?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar otomotif menghadapi tekanan dalam dua tahun terakhir, pelaku industri mulai melihat titik terang menuju 2026. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil serta peluang penurunan suku bunga dinilai dapat menjadi katalis pemulihan daya beli masyarakat.
PT Astra Daihatsu Motor memandang, kondisi makroekonomi global memang masih dibayangi perlambatan, namun peluang di negara berkembang termasuk Indonesia tetap terbuka. Konsumsi domestik disebut masih menjadi mesin utama pertumbuhan.
Marketing and Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor Sri Agung Handayani mengatakan, proyeksi pertumbuhan global hanya bergerak tipis, tetapi kawasan ASEAN relatif lebih stabil dibandingkan beberapa negara besar lain.
"Advanced countries memang masih mengalami tekanan, tapi pertumbuhan teknologi dan AI membuat mereka tetap bergerak. Untuk negara berkembang seperti Indonesia, konsumsi domestik masih jadi penopang," ujar Sri Agung dalam Media Gathering Daihatsu, Kamis (12/2/2026).
Daihatsu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9% hingga sedikit di atas 5%. Angka tersebut dinilai cukup memberi ruang bagi industri otomotif untuk kembali tumbuh secara bertahap.
Selain itu, inflasi yang diperkirakan tetap terkendali di kisaran 2,5% hingga 2,7% menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga dan kemampuan beli masyarakat. Stabilitas ini dianggap sebagai fondasi psikologis konsumen sebelum memutuskan pembelian kendaraan.
Agung juga menyinggung kemungkinan kebijakan moneter yang lebih longgar. Penurunan suku bunga dinilai dapat memberi dorongan langsung terhadap penjualan mobil melalui kredit yang lebih ringan.
"Kalau suku bunga bisa turun 0,25 sampai 0,5 poin, itu akan sangat membantu buying power kelas menengah. Walaupun masih gosip, tapi arahnya ke sana," katanya.
Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi, inflasi terkendali, dan peluang suku bunga turun, Daihatsu melihat peluang pemulihan pasar otomotif tidak terjadi secara instan, melainkan bertahap seiring perbaikan sentimen konsumen.
Perusahaan pun menyiapkan strategi yang lebih adaptif dengan tetap fokus pada segmen harga terjangkau serta memperkuat jaringan layanan purna jual agar konsumen merasa aman dalam jangka panjang.
"Market akan bertumbuh bertahap, tidak langsung melonjak. Tapi selama GDP bergerak dan inflasi terjaga, peluang itu tetap ada," ujar Agung.
Sebagai informasi, penjualan mobil nasional secara tahunan mulai mengalami peningkatan. Meski, secara bulanan, penjualan di Januari 2026 anjlok dari Desember 2025.
Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dirilis PT Astra International Tbk hari ini, Kamis (12/2/2026), penjualan mobil nasional secara tahunan meningkat 7% menjadi 66.446 unit pada Januari 2026, dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu mencapai 62.084 unit.
Secara bulanan, penjualan mobil nasional di awal tahun 2026 turun 29% dari Desember 2025 yang mencapai 94.102 unit.
(dce)