CLOSE AD
MARKET DATA

Penjualan Mobil RI Naik 7% Secara Tahunan, Dimulainya Pertanda Baik?

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
12 February 2026 19:22
Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga panggung utama peluncuran kendaraan baru. Sejumlah merek telah menyiapkan model terbaru yang akan diperkenalkan selama pameran berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 5–15 Februari 2026. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga panggung utama peluncuran kendaraan baru. Sejumlah merek telah menyiapkan model terbaru yang akan diperkenalkan selama pameran berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 5–15 Februari 2026. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan mobil nasional secara tahunan mulai mengalami peningkatan. Meski, secara bulanan, penjualan di Januari 2026 anjlok dari Desember 2025.

Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional secara tahunan meningkat 7% menjadi 66.446 unit pada Januari 2026, dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu mencapai 62.084 unit.

Secara lebih rinci, penjualan mobil Astra dari pabrik ke diler (wholesale) meningkat hanya 1% menjadi 34.867 unit di Januari 2026, dari sebelumnya pada Januari 2025 yang mencapai 34.531 unit.

Sedangkan penjualan mobil non-Astra juga meningkat 15% menjadi 31.579 unit di Januari 2026, dari sebelumnya sebanyak 27.553 unit di Januari 2025.

Sayangnya, pangsa pasar Astra secara tahunan mengalami penurunan, dari sebelumnya pada Januari 2025 mencapai 56%, pada Januari 2026 turun menjadi 52%.

Sebelumnya pada Desember 2025, penjualan mobil terlihat bergeliat, di mana penjualannya mencapai 94.102 unit atau naik 27% secara bulanan, dengan rincian mobil Astra sebanyak 40.952 unit dan non-Astra sebanyak 53.150 unit.

Menurut Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, lonjakan penjualan terjadi karena pihak agen pemegang merek (APM) menghabiskan stok 2025 dengan memberikan diskon besar-besaran.

"Lonjakan penjualan di Desember 2025, mungkin karena para APM mau menghabiskan stok 2025 dengan memberikan promosi atau diskon yang signifikan," kata Jongkie Sugiarto kepada CNBC Indonesia, Senin (12/1/2025).

(dce)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos Pengusaha Beri Sinyal Revisi Target Penjualan Mobil 2025, Ucap Ini


Most Popular
Features