Ribuan demonstran berpawai di pusat kota Melbourne, Australia, pada Kamis (12/2/2026), bertepatan dengan berakhirnya kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke negara tersebut. Dalam aksi tersebut, massa meneriakkan slogan serta membawa spanduk yang menyerukan penangkapan Herzog.(REUTERS/Tracey Nearmy)
Para pengunjuk rasa menilai kunjungan Herzog menuai kontroversi karena dianggap terkait dengan konflik yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Sejumlah demonstran menuduh Herzog memiliki keterlibatan dalam kematian warga sipil Palestina selama operasi militer Israel. (REUTERS/Tracey Nearmy)
Dalam demonstrasi itu, massa terlihat mengibarkan bendera Palestina, memukul drum, serta membawa poster yang menuntut agar aksi militer Israel di Gaza segera dihentikan. Aksi berlangsung secara damai dan menjadi salah satu rangkaian protes yang terjadi selama kunjungan Herzog di Australia. (REUTERS/Tracey Nearmy)
Kunjungan Herzog sendiri dilakukan atas undangan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Undangan tersebut disampaikan setelah insiden penembakan pada 14 Desember saat acara Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, yang menewaskan 15 orang. (REUTERS/Tracey Nearmy)
Sebelumnya, gelombang protes juga terjadi di ibu kota Canberra, serta sempat terjadi bentrokan antara demonstran dan polisi di Sydney. Sementara itu, Herzog yang selama empat hari juga mengunjungi Sydney dan Canberra, menyebut adanya antisemitisme yang menurutnya “menakutkan” di Australia. (REUTERS/Tracey Nearmy)