Fenomena Bulan Baru di Hari Imlek, Siaga Banjir-Gelombang Laut Tinggi
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkini kondisi kemaritiman di Indonesia. Hal ini menyangkut fenomena Fase Bulan baru yang akan terjadi pada 17 Februari 2026, bertepatan pada Hari Raya Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
"Adanya fenomena Fase Bulan Baru pada tanggal 17 Februari 2026, berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," tulis BMKG dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (12/2/2026).
"Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia," tambah BMKG.
BMKG memprediksi, potensi banjir pesisir di wilayah pesisir Indonesia dapat terjadi pada periode tanggal 12-25 Februari 2026.
Berikut wilayah pesisir yang diprediksi akan dilanda rob:
Pesisir Sumatra Utara
Pesisir Riau
Pesisir Kepulauan Riau
Pesisir Sumatra Barat
Pesisir Banten
Pesisir Jakarta
Pesisir Jawa Barat
Pesisir Jawa Tengah
Pesisir Jawa Timur
Pesisir Bali
Pesisir Nusa Tenggara Barat
Pesisir Kalimantan Selatan
Pesisir Kalimantan Tengah
Pesisir Kalimantan Barat
Pesisir Sulawesi Utara
Pesisir Maluku
Pesisir Maluku Utara.
"Potensi banjir pesisir yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat," tulis BMKG.
"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," lanjut BMKG.
Lebih lengkap prediksi waktu terjadinya banjir pesisir (rob) dapat dilihat detailnya pada unggahan BMKG berikut:
Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter
Tak hanya itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 12- 15 Februari 2026.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 6-30 knot.
"Kecepatan angın tertinggi terpantau di Laut Natuna, Laut Jawa bagian Timur. Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru, Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT dan Samudra Pasifik utara Maluku," ungkap BMKG.
Menurut BMKG, kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kep, Nias, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTB, Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi bagian tengah, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua, Laut Banda, Laut Arafuru bagian tengah, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Lampang, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTT, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Laut Flores, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian timur
Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu.
BMKG mengingatkan, potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
"Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter), Kapal Feri (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter)," beber BMKG.
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," demikian peringatan BMKG.
(dce/dce)