5 Photos
Potret Topan Gezani Hancurkan Madagaskar, Korban Tewas Terimpa Rumah
Topan Gezani mendarat Selasa & menghantam kota terbesar kedua Madagaskar, Toamasina. Potret hancurnya kota diperlihatkan Reuters Kamis (12/1/2026).
Siklon Gezani dengan kecepatan angin mencapai 250 kilometer (155 mil) per jam, menghantam kota terbesar kedua di Madagaskar, Toamasina. Malapetaka itu telah menewaskan sedikitnya 31 orang, merobek atap bangunan, menyebabkan banjir dan menumbangkan pohon. (REUTERS/Zo Andrianjafy)
Kantor Nasional untuk Manajemen Risiko dan Bencana (BNRGC) mengatakan telah mencatat 31 kematian, dengan banyak di antaranya korban tertimpa reruntuhan rumah. Empat orang masih hilang dan setidaknya 36 orang mengalami luka serius, dengan lebih dari 250.000 orang terdampak. (REUTERS/Zo Andrianjafy)
"Apa yang terjadi adalah bencana: hampir 75% kota Toamasina hancur," kata pemimpin baru Madagaskar, Kolonel Michael Randrianirina, yang telah melakukan perjalanan ke Toamasina sebelum siklon menerjang untuk mendukung warga. "Situasi saat ini melebihi kemampuan Madagaskar sendiri," kata Randrianirina, yang merebut kekuasaan pada bulan Oktober, menyerukan "mitra dan donor internasional" untuk mendukung pulau miskin tersebut. (REUTERS/Zo Andrianjafy)
Rekaman drone yang dibagikan oleh BNRGC di media sosial, menunjukkan banjir besar di kota pesisir timur berpenduduk 400.000 jiwa, sekitar 220 km timur laut ibu kota Antananarivo. Warga berjalan di tengah air dan atap bangunan yang hancur. Kota itu tampak babak belur, jalan-jalannya dipenuhi pohon-pohon yang tumbang akibat kekuatan siklon.(REUTERS/Zo Andrianjafy)
Badai itu juga menyebabkan kerusakan parah di wilayah Atsinanana yang mengelilingi kota, menambahkan bahwa penilaian pasca-bencana masih berlangsung.
"Ini benar-benar kekacauan: 90 persen atap rumah telah hancur, seluruhnya atau sebagian," kata kepala manajemen bencana di kelompok kemanusiaan Action Against Hunger, Rija Randrianarisoa. "Jalan-jalan sama sekali tidak dapat diakses karena pohon-pohon tumbang, lembaran logam". (AFP.REUTERS/Zo Andrianjafy)